January 20, 2010 | Posted in:Inspirasi

Dalam dunia medis dan obat-obatan dikenal istilah ‘plasebo’. Plasebo bisa
berbentuk pil, kaplet ataupun cairan sirup, tapi isinya bukan bahan aktif
obat-obatan melainkan berupa tepung atau gula saja. Plasebo ini biasanya
digunakan dalam riset obat-obatan sebagai pembanding untuk menguji efek
suatu obat. Anehnya, dalam riset seringkali ditemukan bahwa orang yang minum plasebo ini ternyata keadaan kesehatannya membaik, bahkan ada yang sembuh dari
penyakitnya. Aneh bukan?

Saya masih ingat waktu kecil, ketika sedang sakit dan dibawa ke dokter oleh
ibu saya, maka begitu pulang dari dokter rasanya sudah lebih sehat. Padahal
di sana hanya diperiksa dan diberi resep. Tapi karena sudah bertemu dokter,
saya merasa sudah lebih sehat. Kepercayaan diri saya pulih.
Ada juga orang yang baru merasa yakin bisa sembuh kalau sudah disuntik oleh
dokter.

Kalau dokter belum menyuntik, dia tidak puas, dan dia merasa sakitnya tidak
berkurang. Kalau sudah disuntik, entah hanya disuntik vitamin atau yang
lainnya, asalkan sudah disuntik dia langsung
merasa sehat dan lebih segar.

Semua peristiwa di atas sebenarnya berawal dari pikiran dan kepercayaan
seseorang. Rupanya betul juga istilah ‘You are what you think’. Dari pikiran
muncul kepercayaan terhadap pikiran tersebut. Kepercayaan ini ternyata cukup
kuat pengaruhnya.

Pikiran dapat mempengaruhi kondisi fisik seseorang termasuk kondisi
psikisnya.

Orang yang pernah menyeberangi air terjun Niagara dengan cara berjalan di
seutas tali yang dibentangkan dari satu sisi ke sisi lainnya, percaya penuh
bahwa dia pasti akan dapat melakukannya. Tentu saja kepercayaan ini ada
dasarnya, misalnya berlatihnya sudah cukup, mentalnya sudah terlatih,
persiapannya sudah matang, dan lain sebagainya.

Kepercayaan ini membantunya lebih tenang, lebih dapat memfokuskan diri.
Seandainya ia tidak yakin akan selamat, tapi terpaksa harus melakukannya
juga, pasti ia akan ketakutan luar biasa, sehingga cara berdirinya kurang
stabil, kakinya gemetaran, tangan berkeringat,
jantung berdebar dan sebagainya yang mungkin malah membuat ia jatuh bebas.

Diekspresikan tubuh
Apa yang dipercaya oleh pikiran biasanya akan diekspresikan secara fisik
oleh tubuh. Orang yang sedang bingung atau banyak pikiran, mungkin bisa
berusaha tertawa untuk menutupinya, tapi pasti ada perubahan secara fisik.
Misalnya detak jantung yang semakin cepat, kerja pencernaan melambat,
produksi asam lambung meningkat, pernapasan menjadi berat dan perubahan
lainnya yang mungkin tidak tampak atau bahkan tidak terasa. Mesin kebohongan
diciptakan berdasarkan pada pengaruh pikiran seseorang
terhadap kondisi fisiknya.

Thackery pernah mengatakan: ‘Taburlah pikiran, maka Anda akan menuai
tindakan’. Apa yang dipikirkan seseorang akan berdampak pada fisiknya.

Pikiran yang positif akan memberikan dampak positif pula terhadap fisik.
Pikiran positif akan memacu semangat kerja, meningkatkan antusiasme,
meningkatkan rasa percaya diri, fisik terasa lebih segar, otak lebih siap
menghadapi segala kemungkinan.

Sebaliknya, pemikiran negatif akan berpengaruh tidak baik.
Kalau seseorang yakin bahwa ia akan gagal, maka otak otomatis tidak akan
bekerja maksimal, semangat tidak menggebu-gebu, antusiasme kurang, semangat
juangnya rendah. Begitu menemui hambatan sedikit saja ia akan kecewa berat.

Berbagai pikiran negatif lain akan muncul seperti: saya memang tidak mampu,
saya tidak berbakat, saya gagal, sehingga kemudian otak akan membuat
hambatan sebagai dalih yang menambah keyakinan untuk gagal. Orang yang
percaya dia akan gagal pasti akhirnya gagal.

Berpikir positif
Bagaimana cara berpikir positif?
Setiap orang pasti punya kelebihan, bukan?

Yang satu rajin, yang satu teliti, yang satu pandai berkomunikasi, yang lain
pintar menjual, yang lainnya pintar menganalisis.

Semua sifat baik di dunia ini tidak mungkin hanya dimiliki oleh satuorang.

Yang satu ingin cepat-cepat, yang satu sabar, yang satu senang menyanyi,
yang lain senang mendengarkan dan sebagainya. Semua orang saling
membutuhkan.
Orang yang pintar menjual saling memerlukan dengan orang yang teliti
menghitung uang, orang yang senang menyanyi saling membutuhkan dengan orang
yang senang mendengarkan, begitu seterusnya.

Kenali saja kelebihan diri sendiri, dan terimalah kelebihan orang lain untuk
saling melengkapi.
Dengan melihat segi positif dalam diri orang lain dan diri sendiri, maka
orang akan semakin menyukai orang lain dan diri sendiri.

Taburlah pikiran, maka Anda akan menuai tindakan.
Pikiran positif akan menghasilkan tindakan posiif.

Orang yang menyukai diri sendiri akan lebih percaya diri.
Orang yang menyukai orang lain akan lebih ramah, lebih terbuka, tidak iri
hati, dan tidak rendah diri. Sebaliknya, pikiran negatif hanya akan
mengundang berbagai penyakit.

Semua orang pasti ingin agar segala sesuatu lebih baik. Kita bisa mulai
sekarang juga. Mulai berpikir positif tentang diri sendiri dan orang lain

Yang terpenting: Be YourSelf!

Sumber: Brain to Body oleh Lisa Nuryanti – International Director John Robert Powers

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>