May 5, 2011 | Posted in:Inspirasi

Seorang anak muda. Ia telah berusaha memberikan dasar yang kokoh bagi
keluarganya. Namun ia menemukan kekosongan di dasar sanubarinya.
Ia dilanda kecemasan dan kehilangan arah hidup. Semakin hari situasinya
semakin parah. Ia memutuskan untuk pergi ke dokter sebelum
menjadi amat terlambat. Setelah mendengarkan keluhannya, dokter memberikan empat bungkus obat sambil
berpesan; “Besok pagi sebelum jam sembilan pagi engkau harus menju pantai
seorang diri sambil membawa ke empat bungkus obat ini. Jangan membawa buku
atau majalah. Juga jangan membawa radio atau tape. Di pantai nanti anda
membuka bungkusan obat sesuai dengan waktu yang tercatat pada bungkusannya,
yakni pada jam sembilan, jam dua belas, jam tiga dan jam lima. Dengan
mengikuti resep yang ada di dalamnya aku yakin penyakitmu akan sembuh.”

Orang tersebut berada di antara percaya dan ragu akan resep yang diberikan
dokter. Namun demikian pada hari berikutnya ia pergi juga ke pantai. Begitu
tiba di pesisir pantai di pagi hari, sementara matahari pagi mulai muncul di
ufuk timur dan laut biru memantulkan kembali sinarnya yang merah keemasan
itu, sambil deru ombak datang silih berganti, hatinya dipenuhi kegembiraan
yang amat dalam.

Tepat jam sembilan, ia membuka bungkusan obat yang pertama. Tapi tak ia
dapati obat didalamnya, cuma secarik kertas dengan tulisan: “Dengarlah”.
Aneh bin ajaib, orang tersebut patuh pada apa yang diperintahkan. Ia lalu
duduk tenang mendengarkan desiran angin pantai serta deburan gelombang yang
memecah bibir pantai. Ia bahkan secra perlahan-lahan mampu mendengarkan
setiap detak jantungnya sendiri yang menyatu dengan melodi musik alam di
pantai itu. Telah begitu lama ia tak pernah duduk dan menjadi sungguh tenang
seperti hari ini. Ia terlampau sibuk dengan usahanya. Saat ini ia merasa
seakan-akan jiwanya dibasuh bersih.

Jam dua belas tepat. Ia membuka bungkusan obat yang kedua. Tentu seperti
halnya bungkusan yang pertama, tak ada obat yang didapati kecuali selembar
kertas bertulis; “Mengingat”. Ia beralih dari mendengarkan musik pantai yang
indah dan nyaman itu dan perlahan-lahan mengingat setiap jejak langkahnya
sendiri sejak kanak-kanak. Ia mengingat masa-masa sekolahnya dulu, mengingat
kedua orang tuanya yang senantiasa memancarkan kasih di wajah mereka. Ia
juga mengingat semua teman yang ia cintai dan tentu juga mencintainya. Ia
merasakan ada segumpal kekuatan dan kehangatan hidup memancar dari dasar
bathinnya.

Ketika ia membuka bungkusan ketiga saat waktu menunjukan jam tiga tepat, ia
menemukan secaraik kertas dengan tulisan: “Menimbang dan menilai motivasi”.
Ia memejamkam mata, memusatkan perhatiannya untuk menilai kembali niat
pertama ketika ia membangun usahanya. Saat itu yang menjadi inspirasi utama
ia membuka usahanya adalah secara gigih bekerja untuk melayani kebutuhan
sesamanya. Namun ketika usahanya kini telah memperoleh bentuknya, ia lupa
hal ini dan hanya berpikir tentang keuntungan yang bakal diperoleh.
Keuntungan kini menjadi penguasa dirinya, ia telah berubah menjadi manusia
yang egoistis, serta lupa memperhatikan nasib orang lain. Ia kini seakan
telah mampu melihat akar penyakitnya sendiri, ia menemukan alasan yang
senantiasa membuatnya cemas.

Ketika matahari telah hilang dan bentangan laut berubah merah, ia membuka
bungkusan obatnya yang terakhir. Di sana tertulis: “Tulislah segala
kecemasanmu di bibir pantai”. Ia menuju bibir pantai, lalu menuliskan kata
Cemas”. Ombak datang serentak dan menghapus apa yang baru dituliskannya.
Bibir pantai seakan disapu bersih, kata “Cemas” yang baru ditulisnya hilang
ditelan ombak.

—————

Siapakah tokoh utama dalam kisah di atas tersebut?. Mungkin saya, mungkin
pula anda. Pernahkah saya secara tulus mendengarkan bahasa bathin sendiri?
Atau pernahkah saya mengingat segala yang manis maupun pahit yang terjadi di
masa silam namun telah membentuk siapa saya saat ini?.
Apa yang menjadi motivasi utama hidup saya hari ini dan besok, dan apa kecemasan saya?

2 Comments

  1. distri
    May 20, 2011

    baagus ctatan nya!! izin share!!!

  2. admin
    May 27, 2011

    silahkan mas,…

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>