December 19, 2009 | Posted in:Inspirasi

The One Minute Manager hanyalah sebuah simbol bahwa di era digital ini kita
tidak semestinya menyia-nyiakan waktu. Semua pekerjaan harus dilakukan
secara efektif. Dan, bukankah ini adalah sebuah prinsip umum yang banyak
dikenal di dunia modern sekarang ini? Namun bukankah ini juga yang ingin
dicapai oleh berbagai perkembangan manajemen? Lantas apa beda antara manajer
satu menit dengan manajer-manajer yang lain?
Alkisah ada seorang anak muda yang mencari sesosok manajer efektif. Ia ingin
bekerja pada manajer tersebut. Ia juga ingin kelak ia menjadi manajer
seperti itu. Dari pengamatannya ada dua macam manajer.
Pertama, manajer yang “tangguh”. Mereka mencapai tujuan “kemenangan”
organisasi, sedangkan orang-orang mereka “kalah”. Atasan mereka beranggapan
manajer tersebut adalah manajer yang baik karena bisa mencapai tujuan-tujuan
organisasi. Mereka berorientasi pada hasil-hasil dan laba. Namun bawahan
mereka berpikiran sebaliknya, karena mereka merasa tersisihkan.

Kedua, manajer yang “menyenangkan”. Orang-orangnya tampak menang dan senang,
namun organisasinya kalah. Bawahan mereka menyebutnya sebagai manajer yang
baik, partisipatif, penuh perhatian, beperikemanusiaan. Namun atasan mereka
mengernyitkan dahi karena tujuan organisasi tampak tersisihkan. Mereka
cenderung berorientasi pada orang.

Seolah-olah kebanyakan manajer di dunia ini hanya berminat pada satu di
antara dua ini: hasil atau orang. Yang beorientasi pada hasil disebut
otokratis. Sebaliknya, yang berorientasi pada orang disebut demokratis. Anak
muda itu beranggapan bahwa ke dua tipe manajer itu setengah efektif. Manajer
yang efektif semestinya mampu mengatur diri mereka sendiri dan orang-orang
yang bekerja dengan mereka sehingga organisasi maupun orang-orangnya dapat
mengambil keuntungan dari kehadiran mereka.

Tapi, bagaimana?
Akhirnya ia bertemu dengan seorang manajer yang disebut-sebut orang sebagai
manajer yang efektif. Manajer tersebut menyebut dirinya sebagai manajer satu
menit. Apa itu? Yaitu manajer yang memperoleh hasil-hasil baik tanpa
membutuhkan banyak waktu. Jika demikian, apakah ini berarti manajer satu
menit lebih cenderung pada hasil-hasil saja? Tidak! Karena manajer satu
menit juga mengadakan rapat-rapat, mendengarkan bagaimana orang-orang mereka
meninjau dan menganalisa pencapaian, problem dan pengembangan strategi di
masa depan. Dan keputusan-keputusan dalam rapat itu mengikat bagi seluruh
organisasi. Lho!

Jika demikian manajer satu menit adalah manajer yang cenderung partisipatif
dan mementingkan kemenangan orang-orang dong? Bukan! Manajer satu menit
adalah manajer yang berusaha mencapai tujuannya, baik itu kuantitas dan
kualitas, melalui orang.

Prinsip utama yang menjadikan manajer satu menit mampu mencapai kemenangan
tujuan dan kemenangan orang adalah “ORANG-ORANG YANG MERASA ENAK TERHADAP
DIRI MEREKA MEMBERIKAN HASIL-HASIL YANG BAIK”. Setiap orang akan bekerja
dengan sangat baik jika mereka sedang merasa enak terhadap diri mereka
sendiri. Maka, kuncinya adalah bagaimana kita bisa membantu orang-orang itu
merasa enak terhadap diri mereka sehingga mereka melakukan lebih banyak dan
lebih baik.

Anda harus membantu orang-orang mencapai potensi penuh mereka. Anda harus
mendorong orang dapat bekerja sangat baik, yaitu mereka bisa menghasilkan
hasil-hasil yang berharga dan merasa senang terhadap diri mereka, organisasi
serta orang lain dengan siapa mereka bekerja. Manajer satu menit
menginvestasikan pada orang-orang untuk mendapatkan hasil-hasil, karena
orang adalah sumber daya terpenting.
Bagaimanakah kita bisa memulai menjadi manajer satu menit? Ada tiga rahasia
yang akan dibahas

RAHASIA 1: SASARAN-SASARAN SATU MENIT

Rahasia pertama dari tiga rahasia menjadi manajer satu menit adalah
penetapan sasaran-sasaran satu menit. Ini adalah pondasi dari manajemen satu
menit.

Persoalan yang banyak dihadapi karyawan adalah kesulitan mereka untuk
melihat sasaran yang harus dicapai. Banyak sekali kita melihat karyawan yang
bekerja tanpa motivasi, memberikan hasil yang biasa-biasa saja, bahkan
mereka dianggap sebagai orang sulit lagi menyusahkan. Tapi tak jarang di
luar pekerjaan, mereka justru tampak sebagai seorang yang penuh keceriaan
dan menyenangkan dalam mengerjakan kegiatan-kegiatannya.
Misal: ada karyawan yang tampak menyebalkan di kantor, justru sangat
bergairah ketika bermain bowling di luar jam kantor. Mengapa? Alasannya
sederhana saja, karena mereka mampu melakukan lemparan “strike”. Mengapa
mereka mampu melakukan “strike”? Karena mereka tahu secara jelas botol-botol
bowling yang harus dijatuhkan. Botol-botol bowling itu adalah sasaran yang
jelas. Dan, setiap orang selalu termotivasi untuk melakukan sesuatu, asal
sesuatu itu jelas.
Kembali ke analogi bowling tadi. Mengapa seseorang senang bermain bowling?
selain karena jalur lintasan dan bola-bola bolwing tampak jelas, mereka bisa
mengetahui skor yang mereka dapat dari setiap pukulan, sehingga mereka tahu
berapa bola lagi yang harus dijatuhkan. Dalam dunia manajemen, ini disebut
sebagai umpan balik. Umpan balik itulah yang menjadi motivator terbesar bagi
karyawan. Umpan balik dapat berupa penilaian prestasi. Umpan balik ini
menjadikan karyawan tampak baik. Bagi seorang manajer, umpan balik
membuatnya menjadi manajer yang baik, karena dengan demikian ia mengetahui
apa yang salah, apa yang benar, dan apa yang ada di tengah-tengah.
Umpan balik atas pencapaian sasaran-sasaran ini membuat seorang manajer tahu
karyawan mana yang jadi pemenang dan karyawan mana yang berpotensi untuk
jadi pemenang untuk anda latih sehingga menjadi pemenang. Ini didasari
pemahaman bahwa sesungguhnya setiap orang itu calon pemenang. Maka janganlah
kita tertipu oleh penampilan mereka yang tampak kalah. Semua ini bertujuan
agar setiap orang menjadi termotivasi sekaligus melakukan sesuatu yang
produktif. Dan, semua ini bermula dari penetapan sasaran, penilaian prestasi
dan perilaku yang sesuai dengan sasaran tersebut.

Apakah sasaran satu menit itu? Yaitu, sebuah sasaran yang berdasarkan pada
tanggung jawab yang jelas. Seorang manajer satu menit selalu menjelaskan apa
yang perlu dilakukan, atau apa yang disetujui oleh karyawannya untuk
dilakukan. Lalu menuliskannya sebagai sebuah sasaran dan standar
pencapaiannya dalam sebuah penjelasan yang tak lebih dari 250 kata. Sasaran
itu harus bisa dibaca dalam satu menit. Sasaran itu harus disepakati
bersama, dan dibuat rangkap dua. Satu untuk sang manajer, satu untuk
karyawan. Dengan demikian mereka bisa memeriksanya secara periodik.

Manajer satu menit percaya bahwa 80% hasil kita, yang benar-benar penting,
berasal dari 20% sasaran yang disepakati. Maka sasaran satu menit hanya
mencakup bidang-bidang utama dari tanggung jawab karyawan. Namun begitu,
manajer satu menit tidak berhenti hanya pada sasaran, ia juga berusaha
menjelaskan apa dan bagaimana bentuk pelaksanaan yang baik. Yaitu, dengan
mendorong karyawan untuk mencari pemecahan atas setiap persoalan yang
dihadapinya sendiri.

Jika seseorang karyawan telah mendapatkan tanggung jawab, maka semestinya ia
memutuskan sendiri demi tanggung jawabnya itu segala sesuatu yang harus
dikerjakannya. Tidak ada alasan bagi seorang karyawan untuk menggantungkan
keputusannya pada orang lain. Bukankah sasaran satu menit telah menjadi
tanggung jawabnya sendiri. Maka dia harus memahami bentuk perilaku dan
pencapaian yang diharapkan secara jelas.

Jadi, penetapan sasaran satu menit adalah:
1–Menyetujui sasaran-sasaran anda.
2–Melihat seperti apa perilaku yang baik itu.
3–Menuliskan setiap sasaran anda pada satu lembar kertas dengan menggunakan
kurang dari 250 kata.
4–Membaca dan membaca ulang setiap sasaran, yang menuntut kurang lebih
hanya satu menit setiap kali anda melakukannya.
5–Sekali-sekali sisihkan waktu satu menit setiap hari untuk melihat apa
yang telah anda laksanakan,
6–Melihat apakah perilaku anda cocok dengan sasaran anda atau tidak. Dengan
demikian, manajer satu menit dimulai dengan menetapkan sasaran satu menit,
yang harus dibaca setiap hari dalam waktu tak lebih dari satu menit,
kemudian menilai perilaku sendiri apakah telah sesuai dengan sasaran
tersebut, dan memecahkan persoalan dengan penuh tanggung jawab untuk
mencapai sasaran-sasaran tersebut.

Bersambung……

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>