October 18, 2011 | Posted in:Inspirasi

Surat terbuka ini diambil dari note seorang ibu Rumah Tangga di Facebook atas lebih sering munculnya ustadz di infotainment daripada di kajian2 rutin di televisi.

=============================================================

Karena Berbagi Itu Indah

Assalamu’alaikum, Pak Ustadz…

Sebelumnya saya mohon maaf jika Bapak kurang berkenan dengan surat terbuka ini.

Saya bukan solmeder’s yang konon menggandrungi Pak Ustadz setengah mati. Saya juga bukan orang yang setia menyimak kajian Pak Ustadz di televisi. Saya hanya ibu rumah tangga yang sedang terheran-heran, mengapa Pak Ustadz yang mestinya jauh dari dunia gemerlap kok malah sering muncul di infotainment.

Beberapa hari lalu, saya membaca artikel di sebuah portal berita. Katanya Ustadz sedang dekat dengan penyanyi anu yang sedang naik daun itu. Dalam hati saya membatin, sekaligus berharap, janganlah berita itu menjadi kenyataan. Bukannya saya mengutuk sang biduan, Pak Ustadz. Tapi bapak harusnya lebih paham seperti apa ciri wanita shalihah dan bagaimana cara “mendekati” wanita tipikal seperti ini.

Ada bantahan yang melegakan hati saya, bahwa Pak Ustadz dan penyanyi itu hanya berteman, tak lebih. Karena sebenarnya hati Pak Ustadz sudah diisi oleh wanita lain. Tapi bantahan ini pun memberikan tanda tanya baru di hati saya; Pak Ustadz, sang guru ngaji yang masih bujangan, mengakui terang-terangan bahwa hatinya sudah terpikat oleh pesona seorang wanita? Ahay..

Esoknya, saya kembali melihat Pak Ustadz. Sayangnya bukan di tayangan pengajian, melainkan di infotainment; gudang beritanya para artis. Miris hati ini melihat bapak yang dikenal masyarakat sebagai sosok da’i mau diwawancara berdua dengan wanita yang bukan mahromnya. Bahkan di tayangan tersebut bapak nyaris akan disuapi oleh si wanita. Oh, dialah rupanya si penunggu hati yang kemarin sempat bapak singgung.

Tak butuh waktu lama untuk kembali melihat wajah Pak Ustadz di acara gosip selebritis. Kali ini Pak Ustadz dengan wajah sumringah bercerita bahwa Bapak baru saja memberikan mobil sebagai hadiah bagi sang wanita. Wanita itu pun ada di situ, berdua dengan Pak Ustadz, ikut tertawa riang di depan kamera. Ah, Pak Ustadz, tahukah bapak ada banyak ibu-ibu seperti saya geleng kepala melihat tingkah bapak. Apalagi bolak balik bapak menegaskan bahwa hubungan kalian adalah ta’aruf. Saya belum habis pikir, kok bisa makna ta’aruf tidak ada bedanya dengan pacaran.

Ustadz Solmed,

Sebagai ustadz tentu bapak jauh lebih paham bagaimana cara berta’aruf yang benar dalam Islam. Bagaimana menjaga adab dalam bergaul agar tidak terjadi fitnah dan bagaimana pula menghijabi hati bagi lawan jenis yang bukan mahrom. Perih hati saya melihat tayangan infotainment menyebut Pak Ustadz dan wanita itu sebagai pasangan kekasih. Kalau sudah begini, apa bedanya Pak Ustadz dengan artis lain yang diwawancara berdua dengan pacar mereka? Pak ustadz ta’aruf, mereka pacaran. Tapi sama-sama tampil berdua, menyiratkan kemesraan, dan sama-sama mau diekspos media infotainment.

Oh, mengapa ustadz yang seharusnya menjadi milik jamaah kini menjadi komoditi seperti ini. Ustadz adalah ustadz, jangan nyambi menjadi seleb. Itu adalah dua dunia yang berbeda, jauh berbeda. Tapi kalau boleh jujur, Pak Ustadz memang pantas menjadi selebritis. Wajah ganteng, hidup mapan. Seharusnya Bapak meneladani Briptu Norman, dia berani memilih untuk menjadi polisi atau selebriti.

Ustadz Solmed,

Waktu kecil, saya punya ustadz idola yang saya suka karena kerendahan suaranya dan entah mengapa hati ini selalu tersentuh kala melihat beliau berceramah. Ustadz kesukaan saya ini jarang tampil di televisi, belum tentu sepekan sekali. Ustadz Ihsan Tanjung namanya. Belakangan saya juga mudah tersentuh dengan ceramah Ustadz Quraish Shihab, mungkin karena beliau sangat disukai oleh suami saya, hingga berimbas kepada saya.

Rasa-rasanya bapak juga tahu suara hati sejumlah jamaah yang kini mulai gusar dengan mudahnya seseorang disebut ustadz. Bermodal wajah yang kameragenik, gaya yang terus up to date dan model berceramah yang atraktif, seorang penceramah kini bisa dengan mudah menjadi ustadz. Lalu setelah terkenal, acara ceramahnya punya rating tinggi, naiklah derajatnya menjadi bintang iklan, bahkan MC acara hiburan.

Pak Ustadz,

Melalui surat terbuka ini, saya bukannya ingin menasehati Bapak. Toh saya juga jauh dari kefamahan terhadap ilmu agama. Saya hanya ingin menyampaikan kegundahan hati seorang umat, bahwa sebagai da’i apa yang bapak lakukan menjadi contoh dan teladan bagi umat. Jika memang sedang dekat dengan seorang wanita, janganlah mengklaim itu sebagai ta’aruf. Kasihan muda mudi kita Pak, bila kini mereka lebih merasa aman berdua-duaan dengan lawan jenis lantaran menganggap itulah proses ta’aruf seperti yang Pak Ustadz contohkan.

Konon bapak baru akan menikahi si gadis empat bulan lagi. Empat bulan adalah waktu yang tidak sebentar bagi insan yang tengah mencandu asmara. Saya pernah melewati fase seperti Pak Ustadz saat hendak menikah. Menunggu sebulan saja badan ini rasanya meriang tak karuan. Waktu menjadi terasa sangat lama. Dan bayangan di benak sudah terisi oleh hal yang tidak-tidak saja.

Semoga Ustadz Solmed membaca surat terbuka saya ini.

Sebaiknya segeralah nikahi gadis tersebut, karena masyarakat kini mulai enteng menyebut “Oh, itu to, pacarnya Ustadz Solmed..” yang membuat miris siapa pun yang mendengar. Jika memang Pak ustadz masih harus menunggu empat bulan lagi, janganlah memamerkan kedekatan kalian di televisi. Lakukanlah ta’aruf sebagaimana seharusnya dilakukan. Jangan menghaluskan bahasa dari pacaran menjadi ta’aruf. Sekali lagi, kasihan jamaah yang banyak mengidolakan bapak dan berkiblat pada bapak.

Cukup sekian surat dari saya, semoga besok dan seterusnya, saya tak lagi menjumpai Pak Ustadz di tayangan gosip. Karena ustadz adalah da’i, bukan selebriti.

Wassalammu’alaikum

Mardiana Nurwulan

Ibu dua anak, tinggal di Pamulang

==========================================================

sumber : http://www.facebook.com/notes/sherly-sugiarti/surat-terbuka-untuk-ustadz-solmed/205971499472683

3 Comments

  1. Rin Jen
    November 24, 2011

    mudah-mudahan saja Ust.Solmet membaca surat ini !!! terus terang saya tidak suka dengan cara berpakaian Istri Ust. yang sama sekali tidak sseuai dengan anjuran bagi perempuan shalehah ( seperti yang sudah sya ketahui,,apalagi dia istri seorang USTADZ,,bagaimana juga dengan Ust. Solmet sendiri, ???

  2. Rina
    December 6, 2011

    Kepada Ibu Mardiana,
    Inilah Islam di Indonesia hanya menekankan penampilan luar saja. Apakah kalau wanita berpakain muslim dan berjilbab sudah betul2 menjalankan Islamnya. Setahu saya, mereka yg berpakaaian muslim kebetulan banyak orang yg saya kenal 90% hanya utk penampilan supaya dianggap baik, sedangkan saya tahu pasti perilaku mereka tidak lebih baik dari muslim yg berpakain biasa/normal di Indonesia. Tuntutan masyarakat Islam yg cenderung beranggapan kalau wanita muslim berpakain non muslim bukan muslim yg baik, maka terjadilah seperti yg saya sebut diatas. Jadi mereka berpakaian muslim bukan dari kesadaran sendiri tapi karena tuntuntan dari kelompok/ masyarakat tertentu.

    Mengenai surat ibu ke ustadz solmet tentang bergaulnya pak Solmet dgn para artis, apa kah ibu Mardiana berpikir semua artis itu bejat moralnya dan bukan orang baik? apa salahnya pak ustad tsb berteman dan bergaul kalangan artis dan befoto/berinterview dgn pacarnya di tv. Artis2 itupun manusia, dan beragama, punya aturan hidup masing2. Sejauh tidak menyalahi aturan hukum yg berlaku di Indonesia, saya rasa mereka orang baik. Dari kesan ibu bahwa kalau dai tidak boleh ada di tv (infotaiment) begitu ya bu, jadi yg boleh muncul itu hanya celebrity saja. Saya disini tidak mengerti mengapa pak Ustad tdk boleh muncul di infotaiment dan bergaul dgn para artis. Ingat bu pak Ustad tsb cuma manusia biasa, juga ibu. Yang hanya bisa menilai kita itu hanyalah Allah SWT belaka.

    Fitnah akan terjadi kalau orang seperti ibu ini berpikiran seperti itu. Fitnah akan terjadi kalau kita berpikiran sempit dan menduga2. Sebaiknya kita berpikir lebih terbuka dan urus saja diri kita sendiri. Karena agama menurut saya adalah hak pribadi seseorang dan sebaiknya jalankanlah utk diri sendiri saja.

    Wassalam.

  3. Fara
    January 30, 2013

    Miris rasanya ketika melihat orang muslim mengangap menutup aurat itu percuma kalau kelakuan masih belum baik, apa lagi beranggapan kalau menutup aurat itu hanya supaya dianggap baik.
    Menutup aurat itu wajib, jadi ga perlu lah bikin opini kalau menutupi aurat itu cuma untuk dianggap baik. Menutup aurat itu nenunaikan perintah Allah SWT.
    Kalaupun menutup aurat tapi kelakuan masih belum baik ya gak masalah. Allah ga pernah bilang kok yg menutup aurat harys orang yg kelakuannya baik.
    Baik atau buruknya seseorang itu relatif, tapi perintah Allah kepada hambanya untuk menutup aurat itu mutlak hukumnya wajib.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>