RM Ayam dan Itik Panggang MA HAJI, ati ati ketagihan…

Masterpiece

Rumah makan Ma Haji ini sudah berdiri sejak tahun 80an. Terus bertahan hingga sekarang. Bisa dikatakan ini adalah masakan tradisional warisan leluhur yang patut dipertahankan dan terus diapresiasi.

Awalnya saya belum tahu mengenai rumah makan ini, lalu kemaren ketika melewati Pertigaan A. Yani menuju jalan Antasari, saya melewati lokasi ini. Kawan saya spontan nyeletuk, “Mas coba disitu deh. Kayaknya rame”.
memang saat itu jam makan malam, RM Ma Haji ramai pengunjung.

Dan jadilah kita berdua masuk. Di bagian depan digunakan untuk memanggang daging ayam dan itik. Asap dan aromanya menyebar ke ruangan, menambah rasa lapar. Kami duduk dan memesan menu itik panggang beserta minum es teh. Setelah menunggu beberapa saat datanglah pesanan kami.

Nah ini dia. Semangkuk nasi putih hangat, seporsi daging itik panggang, dengan saus kecoklatan dan semangkuk kecil acar. Nasinya biasa saja, nasi putih dari beras Gambut Banjar, pera, bulir beras kecil panjang. Acarnya segar asam. Potongan mentimun, kol, dan wortel.
Kita lihat hidangan utama. Sebuah makanan pertama dinikmati melalui visualnya. Dengan indra mata. Yang terlihat adalah potongan daging itik, berwarna coklat gelap. Dengan beberapa sisi menghitam terkena jilatan api. Di bagian atas sekiilas tampak saus kemerahan. Saus tomat tampaknya. Sedangkan di sekelilingnya basah oleh saus hitam. Kecap ini jelasnya

Selanjutnya, setelah visual, makanan dinikmati melalui aroma. Dengan indra penciuman lewat hidung. Aroma khas panggangan. Smokey, harum. Ini menambah nafsu makan.

Nah terakhir tentu saja, kita cicipi dengan indera perasa lidah. Saya ambil sepotong. Hmm.. teksturnya agak kenyal, juicy. Berair dan berminyak. Sekilas rasanya mirip sate ayam Madura. Tapi ini lebih juicy. Air daging dan lemak meleleh keluar. Menetes di tepi potongan daging. Lemak yg mencair keluar membuat daging tampak berkilauan. Glowing. Rasanya juga berbeda, daging itik terasa sedikit lebih gurih daripada ayam.
Saus dan bumbunya kuat. Rasa manis dominan. Lebih dominan dari gurihnya. Bumbunya terasa ada saus tomat dan kecap. Mungkin ini memang resep turun temurun Ma Haji, namun menurut lidah saya, ini terlalu manis. Tapi tetap nikmat.

Lemak mencair keluar, membasahi daging. Membuatnya tampak berkilauan. Glowing.

Lokasi : Jl. Pangeran Antasari No.93, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70234
Cari saja McDonalds Banjarmasin, Ma Haji terletak di seberangnya
Harga : 20-40 ribuan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.

Archives
Categories