June 6, 2011 | Posted in:Inspirasi

Beberapa tahun yang lalu, pada suatu hari musim panas yang terik di
Florida Selatan, seorang anak kecil memutuskan untuk pergi berenang
disebuah tempat renang tua dibelakang rumahnya.

Karena bergegas mau terjun kedalam air dingin, ia lari lewat pintu
belakang, sambil meninggalkan sepatu, kaus kaki, maupun kemejanya.

Ia melompat kedalam air, tanpa menyadari bahwa selagi berenang ketengah
danau, seekor buaya malah sedang berenang kearah tepian. Ibunya yang di
rumah sedang melihat keluar lewat jendela ketika ia melihat mereka makin
saling mendekati.

Dalam ketakutannya, ia berlari kearah danau, berteriak dan menjerit-jerit
pada putranya sekuat tenaga. Mendengar suaranya, anak kecil itu jadi
waswas dan berbelok balik menuju ibunya. Tapi sudah terlambat… Ketika ia
sampai pada ibunya, buaya itupun tepat mencapainya juga.

Dari dok, tambatan, ibu itu menangkap tangan anak kecil itu tepat saat
buaya itu menggigit kaki-kakinya. Itu memulai suatu pertarungan yang luar
biasa diantara mereka berdua. Buaya itu jauh lebih kuat dari ibu itu,
tetapi sang ibu terlampau bersemangat jua untuk begitu saja melepaskan.

Seorang petani kebetulan sedang lewat, ia mendengar jeritan-jeritannya,
larilah ia turun dari truknya, membidik dan menembak mati buaya itu.
Mengagumkan sekali, setelah berminggu-minggu di rumah sakit, anak kecil
itu terselamatkan. Kaki-kakinya memang sangat amat terluka, penuh parut
marut akibat serangan ganas hewan itu, dan pada tangan-tangannya, ada goresan
garutan-garutan dalam sekali akibat kuku-kuku ibunya yang menancap ke
dalam dagingnya saat ia terus bertahan menyelamatkan putranya yang ia cintai.

Reporter surat kabar yang mewawancarai anak itu setelah trauma itu,
bertanya apakah ia mau menunjukkan bekas-bekas lukanya. Anak itu menaikkan
celana kakinya. Kemudian, nyata sekali ia berbangga, katanya pada reporter
itu, “Tapi coba lihat tangan-tanganku. Ada juga parut-parut bekas luka
ditanganku. Aku dapatkan ini sebab ibuku tidak melepaskan [aku].”

Anda dan aku bisa menyamakan diri kita dengan anak kecil itu. Kitapun
punya luka-luka. Tidak, bukan akibat gigitan buaya, atau apapun yang
sedramatis begitu. Tapi akibat luka-luka masa lalu yang menyakitkan.
Beberapa diantaranya begitu buruk sekali dan telah membuat kita begitu
menyesalinya.

Akan tetapi, beberapa luka-luka itu, sahabatku, adalah karena Allah
menolak melepaskannya.

Di tengah pergumulanmu, Ia ada di sana sambil terus memegangimu. Semua Kitab
Suci mengajarkan bahwa Allah mencintaimu. Engkau hamba Allah. Ia
mau melindungimu dan menyediakan segalanya. Tapi terkadang kitalah yang
secara bodoh dungu melangkah ke dalam situasi berbahaya. Kolam renang
hidup kita penuh dengan mara bahaya – dan kita lupa bahwa musuh sedang
menunggu untuk menyerang. Disaat itulah mulai ada peperangan, dan
sekiranya kau dapatkan parut2 luka cinta kasihNya pada tangan2mu,
bersyukurlah, sungguh, amat bersyukurlah.

Ia tidak pernah dan tidak akan – melepaskanmu. Allah sesuai dengan Prasangka hambanya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>