Agama Kok Dipamerkan

Pameran Agama? Apa isinya yaa?

Ini cerita lama, tahun 2018 lalu. Di halaman Kantor Gubernur Lama Banjarmasin berlangsung Religi Expo 2018. Tampak pula spanduk “Religi Expo 2-4 November 2018”.
Judul spanduk ini membuat saya membelokkan stang Beat 125 injeksi tahun 2013 Plat AG surat lengkap pajak hidup tangan pertama servis rutin Ahass. ( Tidak, ini tidak untuk dijual. Pamer aja kok)

Dari judul pameran saja. Apa sih yg mau dipamerkan dari Agama? Di Banjarmasin yang mayoritas beragama Islam.
Saya masuk ke dalam. Ouh rupanya ada booth-booth dari masing-masing organisasi keagamaan. Ada Keuskupan Banjarmasin, yg usianya lebih tua dari republik ini. Ada organisasi kepemudaan, ada yg dari Hindu, perkumpulan pemeluk Buddha, dan beberapa stand UKM.

Begitu sampai di booth PWNU Kalsel, saya spontan masuk dan memperkenalkan diri. Ini booth dari agama Islam yg pertama saya datangi. Jadilah saya masuk ke booth PWNU. Sederhana sekali, duduk lesehan beralas spanduk bekas. Ada 2 orang yg jaga. Bapak berkaos biru sarungan hijau dan bapak berjubah hitam kupluk putih. Tahu dan pentol dalam mangkuk diangsurkan ke hadapan. Tuan rumah memesan segelas es untuk saya. Oiya di Banjarmasin ini pentol tusuk dan tahu derajatnya sama dengan gorengan kalo di Jawa. Cukup populer sebagai cemilan dan sajian. Dihidangkan dengan saos tomat racikan yg rasanya pedas manis.

Saya memperkenalkan diri. Kami ngobrol-ngobrol tentang berbagai hal. Ketawa ngakak dan mikir serius. Bahasanya campuran, Banjar dan bahasa Indonesia. Di tengah obrolan gayeng, suatu saat mereka melihat mimik muka saya yg melongo bingung, mereka ketawa dan mengulangi kalimatnya dalam Bahasa Indonesia. Ngerti kalo itu artinya saya tidak paham kalimat mereka.

Bapak jubah hitam mengeluarkan rokok dan menawari saya.
Saya jawab “Ulun kada merokok.”
Lalu dia menyalakan sebatang. Sedangkan Bapak kaos biru sama seperti saya. Tidak merokok.
Hmm .. bentaar.. rasanya kok ada yg kurang yaa..
Orang NU cangkrukan. Ada jajannya, ada rokoknya..

Tapi

….
Iya benar!!! Gak ada kopinya hahaha.. Malah pesen es sirup. Sungguh benar-benar kurang afdhol.
*plakkk!!.. Wooi ini Banjarmasin mas, bukan Kediri..
*Dih, tamu tak tahu diuntung. Udah dikasih jamuan protes mulu.

Lalu datang ibu-ibu dari booth sebelah. Organisasi apa gitu. Ibu ini membawa beberapa toples snack. Rupanya ibu ini pembina beberapa UKM di Kandangan. Yang produknya adalah makanan ringan. Keripik, melinjo, stik kentang dll. Obrolan makin seru. Si Ibu menceritakan bahwa produknya sudah dipasarkan di Giant Banjarmasin.

Sementara mereka bertiga ngobrol, saya diam-diam sudah menghabiskan 1 mangkok tahu dan pentol. Lalu mulai bergerak dalam senyap menuju toples snack yg dibawa ibu itu. Nyaris tanpa suara memutar tutup toples.
Saya berusaha menerapkan semboyan Batalyon Infanteri Raider.
“Cepat Senyap Tepat”
Cepat dalam bertindak menuju toples.
Senyap dalam bergerak mengambil toplesnya,
dan Tepat sesuai sasaran, toples isi stik kentang rasa balado.

Mereka sibuk berbincang, saya sibuk mengunyah.
Iya, saya lapar belum makan malam.

Saya melontarkan pertanyaan,
“Bu.. gak coba masuk ke Transmart Duta Mall? ”
“sudah. Kami juga nembus ke Transmart lho. Tapi omzet belum sebesar yg Giant. Dan saya lebih suka ke Giant. Pembayaran dari Transmart lebih ribet. Kalo Giant asal jumlah cocok langsung dibayar.”
Saya manggut-manggut. Bukan karena ngerti, tapi karena mulut ngunyah kepenuhan.

Lalu saya iseng tanya lagi.
“Bu, UKM nya dapet bantuan kredit mikro gak?”
“Dapat mas. 13 juta. Kredit ringan, dari dinas koperasi. ”
“Wah, lumayan ya. Trus buat apaan bu uangnya?”
“Beli alat-alat masak mas. Untuk memperbesar skala produksi.”

Tetiba jadi mikir kerjaan. Monitoring KUR.. belum dikerjain, mules dan males mikirnya. Nyesel saya nanyain pertanyaan tadi.

Obrolan diakhiri dengan deal bisnis. Rupanya Bapak kaos biru itu dosen Universitas NU Kalimantan Selatan. Beliau ingin supaya ibu ini jadi supplier jajanan di kantin kampusnya. Pak Dosen nego harga dan minta ukuran kemasan diperkecil, disesuaikan dengan kantong mahasiswa. Ibu UKM menyanggupi. Oke, Deal, dan mereka bertukar nomor HP.

Acara sudah mau selese. Di panggung utama penampilan puisi. Tapi saya tidak tertarik. Semuanya beberes. Saya Ikut bantuin angkat meja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.

Archives
Categories