February 10, 2010 | Posted in:Motivasi

“Seperti pohon Apel selalu berbuahkan Apel, kebiasaan baik Anda tidak akan pernah menghasilkan sesuatu yang buruk.”

Anton dan Nia adalah sepasang suami isteri. Mereka berencana untuk menikmati liburan berdua ke Bali, karena kebetulan Anton ada tugas dari kantornya. Mumpung ke sana, Anton bermaksud memperpanjang masa tinggalnya sekaligus liburan bersama isterinya. Puteri mereka yang sudah menginjak usia remaja tidak diajak serta karena waktu perjalanan mereka bukanlah hari libur sekolah.

Pagi hari itu, beberapa saat setelah puteri mereka berangkat ke sekolah dengan kendaraan umum, mereka juga segera berangkat dengan menggunakan taksi. Nia marasa senang karena bisa ikut serta suami untuk refreshing. Ia sudah membayangkan suasana santai, lepas dari kesibukan sehari-hari, paling tidak untuk beberapa hari nanti.
Persiapan sudah ia lakukan sebaik-baiknya. Mulai dari baju renang sampai kacamata hitam. Lalu lintas tidak begitu padat pagi itu, sehingga taksi yang mereka tumpangi bisa berjalan dengan lancar.

Di tengah perjalanan, tiba-tiba laju taksi melambat karena padat.
Rupanya di sisi kiri jalan, terjadi kecelakaan. Sebuah mobil Angkutan Perkotaan terguling dengan posisi terbaring. Kerumunan orang yang bermaksud menolong para penumpang yang masih terjebak di dalam mobil membuat lalu lintas terhenti. Termasuk taksi Anton dan Nia.

Tentu saja Nia menjadi senewen, “Waduh, bisa ketinggalan pesawat kita!” katanya. Anton diam saja, karena ia justru tergerak untuk ikut turun dan membantu orang banyak itu mengeluarkan penumpang dari dalam Angkutan Kota yang malang itu. “Sebentar ya Ma!” katanya sambil membuka pintu taksi dan beranjak keluar. “Hey, mau kemana?! Sudah banyak yang menolong, nggak usah ikut-ikutan!” kata Nia berusaha mencegah Anton turun. Namun Anton tetap bergegas, tanpa menghiraukan teriakan isterinya. “Ton, kita ketinggalan pesawat nanti!” teriak Nia kembali, namun percuma karena Anton segera hilang di tengah kerumunan.

Nia tentu saja kesal. Anton memang tipe orang yang ringan tangan.
Kalau melihat orang lain dalam keadaan kesulitan pasti dia akan berusaha menolong, bahkan dalam keadaan yang sulit sekalipun, termasuk saat itu, ketika mereka sebenarnya harus mengejar pesawat mereka ke Bali.

Tiba-tiba dari kerumunan itu muncul Anton sambil memapah dua orang gadis yang kepalanya berlumuran darah. Astaga! Salah satu dari dua gadis itu ia kenal betul! Ia adalah Dinda, puterinya sendiri yang tadi berangkat lebih dulu menggunakan kendaraan umum!

“Ya Tuhan!” teriaknya sambil meloncat keluar taksi mendapatkan Anton, Dinda dan teman sekolah yang rupanya berangkat bersama-sama pagi itu.
Mereka segera melarikannya ke Rumah Sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan yang memadai. Ada cedera kepala Dinda yang harus ditangani sesegera mungkin. “Untung anak ini mendapatkan pertolongan pertama yang cepat dan tepat, ” kata dokter yang menangani Dinda, “Kalau tidak bisa fatal.” katanya.

Anton dan Nia memutuskan untuk membatalkan perjalanan mereka ke Bali.
Meskipun perjalanan ke Bali sungguh-sungguh Nia inginkan, tetapi ia bersyukur bahwa kebiasaan baik Anton menolong dan membantu orang lain, ternyata juga telah menyelamatkan puterinya sendiri dari cedera yang serius. Nia bersyukur kepada Tuhan karenanya, dan merasa malu dengan dirinya sendiri karena sering ia begitu egois.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>