Avengers : End Game (review 1)

Oleh : Hafiiz Yusuf

Bagian 1 : Film

Syahdan peribahasa Melayu berkata “ Turutkan rasa binasa, turutkan hati mati”

Maksudnya supaya berhati-hati bertindak, jangan menuruti hawa nafsu semata. Karena bisa menjerumuskan pada kehancuran. Kehancuran yang total. End Game. Game Over. Lo Gue End!!
Film ini kelanjutan dari Avengers: Infinity Wars (2018), dimana cerita film itu berakhir dengan kemusnahan setengah populasi makhluk hidup karena ambisi Thanos . Thanos merambisi menciptakan dunia yang seimbang. Alam semesta saat ini yang menurutnya sudah penuh sesak harus dikurangi populasinya

Sebelum masuk bioskop, sebaiknya siapkan tisu. Dan air mineral. Terlalu banyak cinta akan membunuhmu. Dan kali ini kamu dapat 3000 cinta. Banyak adegan drama menyentuh yang bikin baper.

Film dibuka dengan penampilan Barton, Sang Hawk Eye yang memilih pensiun dan hidup tenang bahagia dengan keluarganya. Kebahagiaan yang lenyap dalam sekejap karena keluarganya juga jadi debu saat Thanos menjentikkan jarinya.
Lima tahun setelah kemusnahan massal, dunia dengan populasi yang tinggal separuh digambarkan muram. Natasha Romanov menjalankan markas Avenger dengan kelelahan, Stark memilih hidup dengan keluarganya. Thor Putra Putra Mahkota Asgard entah kemana. Tampak Rhodes melaporkan aktivitas yang diduga sebagai Hawk Eye. Semuanya muram dan kelelahan.

Ada sebuah adegan sharing session, pembicaraan dari hati ke hati antar warga yang selamat. 5-6 orang duduk melingkar dan saling bercerita. Tampak juga Steve (Captain America) dan  Bruce (Hulk) diantara mereka. Dari sini terlihatlah karakter Captain yang bener-bener sebagai sosok pemimpin ideal. Captain mungkin bukan yang terkuat diantara para Avenger, tapi kebijaksanaan dan jiwa kepemimpinannya tidak perlu diragukan. Ngarahin, ngatur dan kasih nasihat. Captain bilang supaya semuanya bisa move on dan grow up. Baik, bijak, berkarakter kuat dengan moral yang baik. Sosok ideal harapan Amerika. Terlalu ideal malah.

Tensi meninggi ketika Scott Lang (Ant Mant) muncul. Jadi selama 5 tahun ini, Ant Man berada di Quantum Realm, sebuah dunia mikroskopik yang memiliki jalur waktu tersendiri.  Intinya bahwa dengan memasuki Quantum Realm, maka mereka bisa kembali ke masa lalu, mengumpulkan 6 Infinity Stone,  dan memperbaiki kerusakan yang terjadi. Termasuk mengembalikan orang-orang yang jadi debu.
Tapi tentu tidak semudah itu Ferguso. Mengumpulkan Avengers saja sudah sulit. Tony Stark yang menolak bergabung karena resikonya terlalu besar, Thor sedang krisis identitas dan galau, hingga Hawk Eye yang entah dimana.

Tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. dan tiap pengorbanan selalu membawa kesedihan. Sepertinya ini adalah film Avenger yang paling melankolis. Sejak awal sudah ditampilkan Barton yang kehilangan keluarganya. Lalu hubungan Ayah- Anak antara Tony Stark dan putrinya. Hingga percakapan Ibu –Anak di istana Asgard yang mengharukan.
Tiap-tiap karakter diberi porsi mellow, curhat dan rapuh.  Kalo adegan-adegan macam ini tidak membuat hatimu tersentuh, saya gak tahu lagi apa harus gimana.

Perjalanan ke masa lampau dibumbui nostalgia beberapa karakter yang cukup drama. Seperi dialog di Asgard, lalu percakapan antara Tony dan Howard Stark juga cukup mengesankan. ” Seberapapun besar uang yang kamu miliki, tidak akan dapat membeli waktu”
Jangan lupa, dialog tentang perjalanan waktu antara Hulk dan sang Penjaga Time Stone juga menarik. Visualisasi perjalan waktu yang dapat dikacaukan karena kesalahan kecil ditampilkan dengan apik.

Tenang sobat galau, ini masih film aksi. Semua kegalauan tadi dinetralisir dengan pertempuran kolosal yang tidak kalah dengan pertempuran di Wakanda pada film Infinity Wars. Bahkan lebih massif dan brutal.

Thanos yang dikeroyok Avengers rupanya masih terlalu kuat. Seorang Mad Titan memang bukan kaleng-kaleng. Walaupun tanpa bantuan Infinity Gauntlet, Thanos masih sangat kuat. Semua Avengers bekerjasama dan masih kalah juga.
Datangnya bantuan Captain Marvel nyaris  menyelesaikan semuanya. Captain Marvel menjadi lawan tanding sepadan Thanos, bahkan lebih kuat dari Thanos.  Oiya, jangan lupa. Captain Marvel ini kekuatannya bukan level Avengers yah. Udah jauh diatasnya. Lahan operasinya antar planet antar galaksi. So di detik-detik terakhir,  Infinity Gauntlet direbut Thanos dalam sebuah kekacauan. Dan Thanos bersiap menjentikkan jarinya lagi. Kali ini untuk memusnahkan semuanya. Untuk kemudian membangun semesta yang baru.
Saat semuanya sudah mengira akan musnah, muncul kejutan dari Iron Man membalikkan keadaaan. Dalam gerakan secepat refleks, semuanya selesai dengan kemenangan Avengers. Iam Iron Man

Sekali lagi tidak ada kemenangan tanpa perjuangan, tidak ada perjuangan tanpa pengorbanan. Pertanyannya adalah seberapa besar pengorbanan yang sanggup kamu tanggung? Sanggupkah kamu mengorbankan semuanya demi semuanya?

Secara umum ini film yang komplit. Semuanya ada, drama, aksi, humor. Hanya saja, akhirnya menjadi terasa “penuh” sekali. Banyak karakter yang muncul. Ada karakter yang mendapat porsi banyak, ada yang tampil sekilas. Padahal mungkin perlu penjelasan lebih lanjut. Konsep Fisika Kuantum sendiri sudah cukup berat untuk dijelaskan secara singkat. Alurnya jug agak lambat pada setengah bagian di awal. Kemudian langsung naik tinggi pada setengah bagian terakhir.

Pada akhirnya nikmatilah film ini senyaman anda. Terharulah saat adegan melankolis, silakan tertawa saat ada yang lucu, nikmati adrenalin saat sang tokoh menghajar lawannya.

Sutradara : Anthony RussoJoe Russo
Durasi : 181 menit
Robert Downey Jr. sebagai Tony Stark / Iron Man
Chris Evans sebagai Steve Rogers / Captain America
Mark Ruffalo sebagai Bruce Banner / Hulk:
Chris Hemsworth sebagai Thor
Scarlet Johansson sebagai Natasha Romanoff / Black Widow:
Jeremy Renner sebagai Clint Barton / Hawkeye
Don Cheadle sebagai James “Rhodey” Rhodes / War Machine
Paul Rudd sebagai Scott Lang / Ant-Man
Brie Larson sebagai Carol Danvers / Captain Marvel
Karen Gillan sebagai Nebula:
Bradley Cooper sebagai Rocket
Gwyneth Paltrow sebagai Virginia “Pepper” Potts
Josh Brolin sebagai Thanos
Benedict Cumberbatch : Dr. Strange
Chadwick BosemanT’Challa / Black Panther
Zoe SaldanaGamora



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.

Archives
Categories