September 21, 2009 | Posted in:Motivasi

Mengapa banyak orang gagal mencapai impiannya? Saat orang ditanya pertanyaan
tersebut, sebagian besar akan mengatakan bahwa impiannya terlalu muluk,
karena resesi ekonomi, karena lahir dari keluarga miskin, karena kurangnya
pendidikan, karena keluarga tidak mendukung, dan alasan-alasan lain, yang
intinya adalah menyalahkan pihak lain.Saat ini kita mulai menyalahkan pihak lain, sebenarnya kita menetapkan diri
kita sebagai “korban” dari ketidakmampuan menggapai tujuan. Kalau kita mau
jujur, sebenarnya kita gagal, karena kita tidak mau BERUBAH. Ya berubah!.
Berubah dengan meningkatkan kapabilitas di dalam diri kita untuk menggapai
tujuan. Kita belum bisa mencapai keinginan, karena kita belum mempunyai
KEMAMPUAN yang diperlukan untuk mencapai keinginan tersebut. Jelas
diperlukan kemampuan yang berbeda antara sekadar naik kelas dengan juara
kelas, antara juara provinsi dengan juara nasional, dan antara orang yang
berkecukupan dengan orang kaya.

Yang sering terjadi adalah orang dengan kemampuan yang SAMA, namun
menghendaki hasil yang lebih baik. Hal inilah yang kadang tidak disadari,
sehingga kita sering menyebabkan kita frustasi, karena kerja keras yang
telah kita lakukan tidak bisa memberikan hasil seperti yang kita inginkan.
Jika demikian, lalu bagaimana strategi kita untuk meningkatkan kemampuan di
dalam diri??

CARILAH SEORANG ‘ROLE MODEL’
Ini adalah cara termudah untuk meningkatkan kualitas diri kita. Cukup
mencari seorang Role Model atau contoh orang-orang yang sudah sangat sukses
di bidang yang anda geluti. Kita cukup meniru dan mempelajari apa yang telah
mereka lakukan hingga mencapai kesuksesan mereka yang sekarang, dan lakukan
adaptasi sehingga cocok bagi diri kita. Denga mempunyai seorang role model,
kita bisa belajar dari kegagalan, perjuangan dan kesuksesan orang lain,
sehingga kita tidak perlu melakukan trial dan error terhadap langkah kita ke
depan. Ibaratnya kita langsung masuk ke jalan tol, dan tidak perlu melalui
jalan kecil yang rusak dan berliku.

JADILAH SEORANG ‘EXPERT’ DIBIDANGNYA
Orang-orang yang sukses adalah mereka yang memiliki kemampuan terbaik
dibidangnya. Mereka selalu menantang diri mereka sendiri untuk membuat
prestasi yang lebih baik apabila satu tugas telah selesai. Kita bisa
mengawali langkah awal menjadi seorang expert dengan lingkungan terkecil di
lingkungan sekitar kita. Seorang olahragawan misalnya, dia akan mulai dengan
menjadi yang terbaik di antara teman-teman di sekitarnya, lalu menjadi juara
provinsi, kemudian baru menantang diri mereka menjadi juara nasional, juara
dunia atau juara olympiade.

TINGKATKAN KUALITAS ‘NETWORKING’ KITA
Untuk ‘naik’ menuju kesuksesan, kita tidak bisa ‘memanjat’ seorang diri,
harus ada yang ‘mendorong’ atau ‘menarik’ kita menujun ke atas. Karena itu
kita membutuhkan bantuan orang lain, atau networking. Banyak orang yang
kurang tepat mengartikan networking. Networking bukan berarti anda
mengumpulkan kartu nama orang sebanyak mungkin. Networking juga bukan
berarti anda mempunyai teman banyak. Tapi networking yang baik adalah bila
kita mempunyai relasi yang TAHU akan kapabilitas kita, dan bisa BEKERJA SAMA
SATU SAMA LAIN untuk saling memberikan MANFAAT YANG MAKSIMAL.

MILIKI FLEKSIBILITAS TINGGI UNTUK BERUBAH
Bagaimana bila kita sudah punya role model, kita sudah punya networking, dan
sudah menjadi expert di bidang kita, tapi ternyata tindakan kita belum
memberikan hasil yang kita harapkan? Tidak semua yang kita tiru bisa
memberikan hasil yang sama, karena ada hal-hal lain yang ikut mempengaruhi
hasil kita, misalnya lingkungan dan kondisi di sekitar kita. Karena itu,
kita perlu punya satu hal yang terakhir, yaitu fleksibilitas. Kita harus
peka terhadap hasil sementara yang sudah kita capai. Tidak ada salahnya
mengubah arah, menyesuaikan dengan kondisi yang ada, asalkan tetap membawa
kita ke tujuan yang kita inginkan.

Ketakutan terbesar kita untuk melakukan sesuatu yang baru adalah karena kita
pada awalnya sudah berpikir bahwa output yang akan keluar dari tindakan kita
adalah output yang jelek. Tapi ketakutan bisa dihadapi, dimana 90% dari
ketakutan kita sebenarnya tidak pernah terjadi dan hanya merupakan imajinasi
kita terlalu memikirkan yang tidak-tidak, sementara yang 10% bisa dihadapi
dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mulai melakukannya. Mulai dari
hal yang terkecil, mulai dari diri sendiri dan mulai saat ini.

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>