June 4, 2010 | Posted in:Motivasi

Tidak dapat dipungkiri, bahwa pergaulan yang sukses, adalah bagaimana Anda
bisa ‘mempresentasikan’ diri Anda di dalamnya.

Karena itu kita tidak boleh lupa bahwa orang yang kita ajak bicara,
juga butuh diberi kenyamanan.

Sudah satu jam lebih Sully mendengarkan celotehan Andri, staf marketing
baru di kantornya. Andri yang berpenampilan lumayan dan pembawaannya
menyenangkan memang tak sulit memancing orang untuk mendekati dan
mengobrol dengannya. Sepanjang percakapan dengan Sully, Andri tampak
bersemangat dan terus berceloteh.

Apa komentar Sully setelah itu. “Awalnya, dia memang seperti orang yang
menyenangkan diajak mengobrol. Tapi kalau sudah berbincang dengannya,
kamu akan sadar kalau dirimu hanya dijadikan obyek kesombongan,”
keluhnya.

Apakah yang dibicarakan Andri semua tentang kehebatannya?
“Ternyata tidak, hanya saja ia merasa bahwa ceritanya adalah yang paling
menarik. Dia tidak pernah berpikir bahwa orang lain, si pendengar, perlu
diposisikan sebagai orang yang juga butuh diberi kenyamanan. Sungguh,
setelah lima belas menit mendengar celotehannya, yang kupikirkan adalah
ingin secepatnya pergi dari situ!” ujar Sully.

Anda punya banyak teman, aktif dalam pergaulan?

Siapapun tak bisa memungkiri bahwa kunci sukses berkecimpung dalam pergaulan
adalah bagaimana Anda bisa ‘mempresentasikan’ diri Anda di dalamnya.
Presentasi di sini jangan disalah artikan. Karena ini bukan sekadar
bagaimana cara Anda berpenampilan, tapi juga, yang terpenting, adalah
bagaimana cara Anda bertukar pikiran. Richard Carlson, Ph.D. mengatakan
dalam bukunya yang berjudul Don’t Sweat the Small Stuff bahwa
seringkali seorang ‘pembicara’ yang aktif melupakan batas toleransi
kenyamanan pendengar.

Kenapa bisa begitu? “Karena mereka (pembicara) hanya melulu memikirkan
bagaimana supaya dirinya terlihat hebat, punya daya tarik dan mampu
membuat orang lain terdiam,” kata Carlson. Ego untuk bisa seperti itu
begitu menguasainya, sehingga ia lupa, bahwa tolak ukur keberhasilan
seorang pembicara adalah juga bila si pendengar merasa happy dan nyaman
setelah berbincang dengannya.

Menurut Carlson, hampir setiap orang lebih menyukai pembicara yang
bersikap tulus daripada pembicara yang mengeluarkan kalimat-kalimat
dengan egonya.

Seseorang yang menampilkan diri dengan baik di pergaulan, biasanya
mengerti respon apa yang diharapkannya setelah ia berbicara. Ia tidak
ingin menjadi bahan pembicaraan buruk di kalangan teman-temannya, ia
juga tidak ingin menjadi bahan kecemburuan teman-temannya. Selain itu
ia tak ingin dipandang sebagai seorang yang tinggi hati, sebaliknya
juga tak mau dianggap remeh oleh rekan-rekannya.

Untuk bisa menjaga respon baik dari pergaulan, memang perlu ada semacam
penyeimbangan dalam berbicara. Ada cara yang aman jika Anda merasa
ingin menyampaikan sesuatu tentang diri Anda, entah itu prestasi,
pengalaman, kesialan atau apapun.

Yaitu dengan menempatkan diri Anda seperti seorang pendengar! “Anda
akan tahu kapan pendengar Anda merasa bosan, jemu, tersudut, atau
bahkan juga muak, jika Anda mengerti perasaan mereka,” tulis Carlson.
Ada banyak orang yang sering merasa tak tahan godaan untuk menunjukan
kehebatan diri lewat percakapan.

Ada banyak orang yang tak bisa menahan diri untuk selalu jadi bintang dalam
percakapan. Tapi tatkala upaya-upaya itu sudah menyudutkan orang, maka Anda
bukan orang yang sukses dalam pergaulan.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>