September 9, 2009 | Posted in:Motivasi

Bagaimana perjuangan dan kerja hari ini, sudahkah tercapai asa dan
keinginan kita. Bila belum bersabarlah, mungkin hanya karena pikiran
kita sudah membayangkan hasil akhir, padahal kita baru saja memulai.

Renungan di sore hari sebelum pulang kerja, agar tetap bersemangat.
Bersabarlah, Tapi Jangan Mengurut Dada!

Bayangkan diri Anda sedang berada di dalam ruangan konser. Anda
sedang asyik menikmati indahnya alunan musik ketika tiba-tiba ingat
bahwa pintu mobil Anda belum dikunci. Anda khawatir terjadi sesuatu
terhadap mobil Anda. Celakanya, Anda tak dapat keluar begitu saja
dari ruangan itu. Anda menjadi gelisah dan tak dapat lagi menikmati
musik konser. Anda begitu tak sabar menunggu konser tersebut berlalu.

Coba renungkan sebentar skenario di atas. Ilustrasi tersebut
menggambarkan definisi baru mengenai kesabaran. Kesabaran adalah
kemampuan menyatukan badan dan pikiran kita (body and mind) di satu
tempat. Nah, begitu badan dan pikiran Anda berada di lain tempat,
Anda akan sangat gelisah dan kehilangan kesabaran.

Lihatlah contoh di atas. Ketika badan dan pikiran Anda ada di ruangan
konser, Anda begitu menikmati segala sesuatunya. Tapi begitu Anda
sadar bahwa mobil belum terkunci, seketika itu juga pikiran Anda
beralih ke tempat parkir. Pada saat itu kenikmatan Anda menonton
berubah menjadi penderitaan, ketegangan, dan kegelisahan. Kalau
semula Anda begitu sabar menikmati indahnya alunan musik detik demi
detik, kini kesabaran itu benar-benar habis. Badan Anda masih di
tempat konser, sementara pikiran ada di tempat lain.

Dengan contoh sederhana ini saya ingin mengajak Anda semua merevisi
total pemahaman kita mengenai kesabaran. Selama ini, sabar seringkali
diartikan dengan bersedia menderita, bersikap tabah, mengalah, dan
seterusnya. Sabar sering diekspresikan dengan mengurut dada. Anda
mengalami musibah, kemudian orang datang dan mengatakan,”Bersabarlah
menghadapi cobaan ini.” Anda diperlakukan sewenang-wenang, kawan-
kawan Anda mengatakan, ”Bersabarlah, biar nanti Tuhan yang akan
membalas orang itu.”

Tak ada yang salah dengan kata-kata tersebut. Yang salah adalah
maknanya. Seolah-olah bersabar hanyalah dikaitkan dengan penderitaan
hidup. Karena itu ekspresinya adalah mengurut dada. Ekspresi seperti
ini mereduksi begitu banyak makna mengenai kesabaran.

Padahal kesabaran adalah rahasia terpenting untuk menikmati hidup.
Kalau Anda bersabar Anda akan benar-benar menikmati saat-saat
terindah dalam hidup Anda.

Definisi baru mengenai kesabaran adalah menyatukan badan dan pikiran
di satu tempat. Apa yang terjadi kalau badan Anda di kantor tapi
pikiran di rumah, atau sebaliknya Anda di rumah tapi pikiran di
kantor? Saya yakin, Anda tak akan menikmati hidup. Dalam menjalankan
pekerjaan, seringkali saya harus bepergian jauh ke luar kota selama
beberapa hari. Saat itu saya sering merindukan keluarga di rumah. Dan
begitu itu terjadi saya merasa stres dan kehilangan kesabaran. Saya
ingin buru-buru pulang, dan kenikmatan melakukan pekerjaan pun hilang.

Coba amati apa yang Anda rasakan saat terjebak kemacetan di jalan.
Anda sering menjadi stres. Badan Anda masih di mobil tapi pikiran
sudah di kantor, di tempat klien atau di rumah. Anda menderita.
Sekarang coba lakukan penyatuan badan dan pikiran Anda kembali.
Kuncinya adalah kesadaran. Sadarilah sepenuhnya apa yang sedang Anda
alami.

Rasakan tubuh Anda yang sedang duduk di mobil, rasakan sentuhan
tangan Anda pada kemudi, dan kaki Anda yang sedang menginjak pedal.
Hidupkan musik kesukaan Anda, dan amatilah gedung-gedung yang
menjulang tinggi. Anda akan merasakan keajaiban. Perlahan-lahan
kesabaran Anda tumbuh kembali. Bukan itu saja Anda juga akan
merasakan rileks.

Jangan salah, untuk relaksasi Anda tidak membutuhkan waktu dan tempat
yang khusus. Yang Anda perlukan cuma bersabar. Sabar berarti hidup di
masa sekarang dan menikmati keberadaan Anda. Anda sering tak sabaran
kalau menunggu sesuatu? Coba satukan badan dan pikiran. Anda akan
merasakan bedanya.

Definisi lain dari kesabaran adalah kesediaan Anda untuk menjalani
prosesnya satu demi satu. Dunia ini diciptakan berproses. Kesabaran
berarti menikmati proses tersebut. Anda tak bisa mendadak menjadi
kaya, pandai, dan kompeten. Anda harus mau bersabar menjalani
prosesnya dari ke hari. Dalam hal ini berlaku hukum pertumbuhan, Anda
hanya menuai apa yang Anda tanam. Tak ada
hal yang instant! Kalau Anda melewati prosesnya karena ingin cepat
kaya,
atau ingin cepat terlihat pandai. Anda melawan hukum alam, karena itu
bersiap-siaplah menerima konsekuensinya pada suatu saat nanti.

Jadi, marilah kita bersabar. Dan hidup akan terasa lebih nikmat.
Jangan mengurut dada, karena kesabaran adalah kenikmatan bukannya
penderitaan. Apapun karir dan profesi Anda, yang menyebabkan Anda
berhasil bukanlah kepandaian tetapi kesabaran Anda. Inilah rahasianya
mengapa agama selalu mengatakan, ”Sesungguhnya Tuhan bersama orang-
orang yang sabar!”

Sumber: Arvan Pradiansyah, Dosen UI & Pengamat Manajemen

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>