22 January 2010 ~ 0 Comments

Cinta Adalah Keintiman, Gairah, dan Komitmen

Aku mencintaimu. ” Tidak semua orang bisa dan terbiasa mengucapkan kalimat tersebut, terutama apabila untuk pertama kalinya. “Aku mencintaimu” merupakan sebuah kalimat yang bisa membuat hati seseorang bergetar atau bergelora, baik yang mengucapkan maupun yang menerima ucapan itu. Apalagi bila kalimat itu diucapkan dengan penuh ketulusan, bukan hanya karena kebiasaan, apalagi tipu muslihat.

Definisi kata cinta sangat luas dan tak terbatas. Setiap orang memaknai kata cinta dengan pandangan mereka masing-masing. Ada pendapat yang mengatakan bahwa cinta merupakan sebuah perasaan ingin berbagi bersama dengan seseorang. Ada juga yang berpendapat bahwa cinta adalah perasaan simpati yang melibatkan emosi yang mendalam. Pendapat lain menyatakan, cinta adalah sebuah kegiatan aktif yang dilakukan manusia terhadap objek lain, berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, patuh, dan mau melakukan apapun yang diinginkan objek tersebut.

Apabila dibandingkan dengan beberapa bahasa lain di Eropa, bahasa Indonesia terlihat lebih banyak memiliki kosakata dalam mengungkapkan konsep ini, misalnya cinta, kasih, dan sayang. Walaupun pada akhirnya dibedakan dalam mengartikannya, konsep dasarnya adalah sama. Demikian juga bahasa Yunani kuno, yang membedakan konsep tersebut dengan eros, philia, storge, dan agape.

Cinta, bagi beberapa orang adalah sebuah candu yang kuat, perasaan yang menggelisahkan, ataupun sebuah kelekatan. Bagi yang lain cinta merupakan fantasi, di mana seseorang (biasanya perempuan) berharap akan adanya seorang penyelamat (biasanya pria). Sedangkan, yang lain berpikir bahwa cinta adalah sebuah permainan atau pertempuran, di mana akan terdapat seseorang yang menang atau kalah.

Cinta dapat menjadi cerita horor, misteri, atau cerita detektif, cerita yang menyakitkan di mana ada pelaku dan ada korban kekerasan. Atau cinta akan menjadi petualangan, dapat juga menjadi sebuah hubungan yang demokratis di mana terdapat suasana harmonis saling menghargai.

Bagi seseorang yang sedang dimabuk cinta, tidak jarang mereka bersikap tidak sepertinya biasanya, hal ini terjadi tidak memandang usia. Berapa pun usianya, jika seseorang sedang jatuh cinta, bisa saja melakukan hal-hal yang berbeda dari kebiasaannya. Misalnya saja, dari yang sangat tak acuh terhadap penampilan, menjadi sangat acuh, bahkan terkadang terlihat berlebihan dalam berpenampilan.

Sepasang kekasih yang sedang dimabuk cinta, akan melihat bahwa dunia ini hanya milik mereka berdua, setiap kata-kata yang mereka ungkapkan mengandung unsur cinta. Hal ini mungkin saja tidak hanya dialami oleh seorang remaja, namun berapa pun umur mereka, jika sedang dilanda cinta, secara tidak disadari perilaku akan terlihat berbeda dari biasanya.

Perasaan cinta yang hanya didasari emosi belaka tentu tidaklah bijak. Terlebih jika emosi itu hanya datang sesaat. Romantisme cinta hanya akan berakhir dengan mimpi buruk. Akan timbul ungkapan-ungkapan kekecewaan, kesedihan, sakit hati, dan juga dendam. Bahkan, ketika pasangan tersebut sudah telanjur berada dalam ikatan pernikahan, bisa saja terjadi anggapan bahwa rumah tangga yang sedang dijalani bagaikan neraka, muncul pelecehan, bahkan kekerasan, ada yang menjadi pelaku dan ada yang menjadi korban. Kebanyakan orang menjadi pasrah, karena sudah terperangkap dalam “jeratan cinta” yang dulu menggebu. Lalu bagaimana supaya kita tidak terjebak ke dalam cerita cinta indah yang berujung pada tetes air mata?

Dalam mencintai, sebaiknya memang kita mencintai pasangan dengan segenap hati, tetapi kita juga harus menggunakan akal budi. Maksudnya, emosi dan logika kita kawinkan. Sebaiknya, kita menggunakan hikmat yang ada kepada diri kita untuk tidak menjadikan cinta itu hanya emosi sesaat. Memang bukan hal yang mudah. Biarlah cinta itu tumbuh dan hidup menjadi cinta sejati.

Bagaimana kita dapat membedakan cinta sesaat dan cinta sejati? Hanya waktu yang bisa mengujinya. Tidak tergesa-gesa dan memberi kesempatan kepada cinta untuk berperan dalam ceritanya.

Berpikir bahwa cinta merupakan sebuah cerita dapat membantu kita untuk melihat bagaimana memilih dan menggabungkan elemen-elemen dari “alur” ceritanya. Teori cinta atau yang disebut Teori Triangular yang diungkapkan oleh Stenberg’s menyebutkan ada tiga komponen dalam cinta, yaitu (1). intimacy (keintiman), (2) passion (gairah), dan (3) commitment (komitmen). Komponen keintiman merupakan elemen emosi.

Seseorang menjadi nyaman bila berhadapan dengan pasangannya, adanya keterbukaan serta keinginan untuk membina hubungan dalam lingkup kepercayaan. Komponen gairah adalah elemen motivasional yang merupakan dorongan dari dalam yang diartikan sebagai gairah fisiologis atau hasrat seksual. Komponen yang terakhir adalah komitmen. Komponen ini merupakan komponen yang penting sebab melibatkan elemen kognisi, yakni seseorang harus mengambil keputusan apakah ia akan mencintai seseorang dan tinggal bersama orang yang dicintainya.

Memang tidak mudah bagi seseorang yang sedang jatuh cinta untuk menggunakan logikanya. Kebanyakan orang akan menggunakan emosi atau perasaan sehingga walaupun cinta mereka mendapat tentangan, mereka tidak akan menghiraukannya. Begitu juga ketika seseorang sudah mulai merasakan sakit karena cinta, mereka akan tetap memberi permakluman atas nama cinta.

Bagi pasangan yang mengharapkan hubungan mereka berlanjut ke jenjang pernikahan, ketiga komponen cinta di atas haruslah dapat diseimbangkan, yaitu dengan mengendalikan gairah yang yang muncul dan meningkatkan komitmen. Mereka belajar untuk setia pada komitmen yang telah mereka buat, dan juga belajar untuk mencintai dengan segenap hati dan akal budi. Mencintai bukan hanya dengan emosi dan kesenangan sesaat, tetapi juga karena adanya tanggung jawab, saling memperhatikan pasangan, dan juga saling menghormati. Berusaha setia kepada komitmen dan menjaga selama hidup dalam ikatan pernikahan dengan dibumbui keintiman dan gairah yang ada.

*) Penulis adalah Staf Pengajar di Fakultas Psikologi UKRIDA-Jakarta.

Incoming search terms for the article:

komitmen cinta (38)ucapan kekecewaan (15)kalimat kekecewaan (13)cerita motivasi remaja (6)CINTA DAN KOMITMEN (5)kalimat ungkapan kekecewaan (3)ungkapan pernikahan (3)pasrah cinta sejati (3)cerita haru remaja (3)ungkapan pasrah (3)kalimat kepercayaan (3)kata bijak kekecewaan (3)kata kata ungkapan kecewa 2010 (2)cerita nyata tentang pengorbanan cinta (2)Cerita indah pernikahan (2)kata ungkapan kekecewaan (2)kata ucapan kekecewaan (2)kata untuk orang sedih (1)Kata-kata mutiara ungkapan kekecewaan (1)motivasivsenyum (1)Kata2 tentang ungkapan kesedihan (1)motivasi untuk orang yang di tinggal mati (1)motivasi pasrah (1)motivasi kekecewaan 2010 (1)katakatabijakungkapan (1)katakataungkapankekecewaan (1)Kisah sedih sek (1)kisah cinta berujung kesedihan (1)kisah motivasi pengorbanan cinta (1)kisah motivasi untuk remaja (1)ungkapan kata cinta yang mendalam (1)sms menggungkapkan kekecewaan (1)ungkapan perasaan pasrah (1)ungkapan menghargai (1)Ungkapan kesedihan yang mendalam (1)ungkapan kesedihan hatiku (1)ungkapan kesedihan hati mendalam (1)ungkapan kesedihan hati (1)ungkapan kesedihan cinta (1)ungkapan kecewa kekasih (1)ungkapan kecewa (1)ungkapan kata pernikahan (1)ungkapan kata kecewa 2010 (1)ungkapan gairah (1)Ungkapan dendam (1)ungkapan cinta yang mendalam (1)Ucapan kekecewaan pada kekasih (1)teori kesedihan (1)ungkapan pernikaha (1)kata ungkapan sakit 2010 (1)Cerita seks bu mumun 2 (1)cerita romantis tentang pengorbanan (1)cerita romantis pengorbanan (1)cerita remaja penuh makna (1)cerita pengorbanan sang kekasih (1)cerita nyata rumah tangga yang sedih (1)cerita nyata kesedihan (1)cerita motivasi untuk remaja (1)cerita motivasi pegorbanan (1)cerita motivasi cinta remaja (1)cerita kekecewaan cinta sejati (1)cerita kekecewaan cinta (1)cerita horor cinta (1)Cerita gairah sepasang kekasih (1)cerita cinta sejati remaja (1)cerita cinta remaja sejati (1)cerita seks sedih (1)cerpen cinta berujung kesedihan (1)contoh komitmen cinta (1)Kata ungkapan kesedihan hati (1)kata sedih hidup menderita (1)kata saling menghargai (1)kata motivasi pasrah (1)Kata motivasi buat orang yang di tinggal mati (1)kata motivasi buat orang sedih (1)kata kata ungkapan kekecewaan 2010 (1)Kata kata kekecewaan pada kekasih (1)kata kata bijak ungkapan kekecewaan (1)kata bijaksana ungkapan kecewa (1)kata bijak tentang kekecewaan (1)kata bijak pasrah (1)kata bijak komitmen (1)kalimat ungkapan kesedihan (1)kalimat pengambilan keputusan yang bijaksana tentang Cinta Oleh Mario Teguh (1)Gambar &ungkapan pasrah (1)artikel mario teguh mengelola emosi (1)

Random Posts :

Leave a Reply

*