Dhoho 461, terima kasih sudah setia melayani kami….

Stay back stay relax..
The train start his engine

Setelah sekian lama, akhirnya saya berkesempatan lagi naik kereta Dhoho nomor kereta 461. Sebelumnya pernah sih, sudah lama sekali, mungkin 6 bulan yg lalu, atau lebih. Dan sabtu sore ini saya naik kereta spesial itu lagi. Kenapa spesial? Iya ini kereta spesial, karena dari 4 kali perjalanan kereta Dhoho dalam sehari, cuman kereta 461 yang ada gerbong restorasinya. 3 kereta lain tidak ada. Yang paling saya sukai tentunya duduk di gerbong restorasi, memesan makanan, dan mulai menulis catatan.
Kereta Dhoho adalah kereta yang melayani perjalanan Blitar menuju Surabaya melewati Kertosono.

Saya masih ingat, ketika 6 bulan yg lalu pada kereta yang sama, saya duduk di gerbong restorasi, kereta berhenti di stasiun Jombang. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Udara yang sudah dingin karena AC bertambah dingin. Kaca jendela berembun, tapi masih cukup jelas untuk melihat keadaan di luar.
Saya memandangi hiruk pikuk sibuk peron stasiun. Orang-orang di sekitar stasiun bergegas mencari tempat berteduh. Penumpang yg turun di stasiun Jombang berjalan pelan, tampak lelah, tapi dengan senyum tersungging di wajah. Wujud syukur telah tiba dengan selamat.
Lain halnya dengan penumpang yang akan naik. Langkahnya cepat. Tampak seorang ibu menggendong anaknya, lalu ada serombongan anak muda, mungkin pelajar. Ada lagi pria muda yg menggandeng tangan wanita. Semuanya bergegas menuju pintu kereta. Ingin segera masuk. Hujan masih deras, udara masih dingin, dan kereta masih belum berjalan. Satu tegukan coklat panas menghangatkan badan.
Saya masih tertegun menyaksikan keriuhan stasiun ketika peluit panjang berbunyi, tanda kereta siap berangkat. Hujan, coklat panas, tempat duduk empuk. Benar-benar kombinasi pas buat menikmati waktu di kereta.

Kali ini saya berada di gerbong restorasi juga. Namun, perjalanan sore ini tanpa hujan. Hanya ada saya, stasiun Mojokerto dan Popmie diantara kita berdua. Dhoho 461, terima kasih sudah setia melayani kami….
Mei, 2016

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

Archives
Categories