November 20, 2010 | Posted in:Motivasi

Seorang penyelundup yang sedang buron pergi menemui seorang bijak
dan memintanya menyembunyikan barang-barang terlarang dalam
rumahnya. Ia yakin berkat kesalehan orang bijak itu, tak seorangpun
akan mencurigainya.

Orang bijak itu menolak dan meminta penyelundup itu segera keluar
dari rumahnya. ”Saya akan memberikan 100 ribu dolar untuk kebaikan
Anda, ” kata si penyelundup. Orang bijak itu agak ragu-ragu sebelum
mengatakan ”Tidak.”

”200 ribu,” orang bijak itu tetap menolak. ”500 ribu,” orang
bijak itu mengambil tongkat dan berteriak, ”Keluar sekarang juga!
Kamu sudah sangat dekat dengan harga saya.”

Sebuah kesadaran yang tepat waktu! Orang bijak itu sadar begitu
dirinya tergoda. Kesadaran ini sangat penting. Banyak orang yang tak
sadar bahwa dirinya tergoda. Mereka baru sadar setelah segalanya
terjadi. Kurangnya latihan seringkali menyebabkan kesadaran datang
terlambat.

Namun, ada lagi jenis kesadaran yang lebih tinggi tingkatnya
daripada ini. Inilah kesadaran sebelum peristiwa apapun terjadi.
Anda sadar sepenuhnya akan keberadaan Anda, akan posisi dan
kekuasaan yang Anda miliki. Anda sadar sepenuhnya bahwa kedudukan
Anda sangat rawan terhadap godaan.

Semua jabatan memang rawan godaan. Karena itu Anda harus waspada dan
sadar sepenuhnya terhadap segala bentuk godaan ini. Seorang pejabat
pemerintah akan selalu digoda oleh para pengusaha yang ingin
berbisnis. Para penegak hukum akan selalu digoda oleh para pelanggar
hukum. Begitu juga dengan anggota legislatif, anggota KPU, anggota
Komisi Pemberantasan Korupsi, dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).
Mereka harus sadar terhadap politik uang yang selalu mengintai
setiap saat.

Tak memiliki kedudukan formal pun bukan berarti bebas dari incaran
politik uang. Para ilmuwan, cendekiawan, dan pengamat termasuk dalam
kategori ini. Banyak pengamat yang dapat dibeli untuk kepentingan
orang-orang tertentu. Mereka mau mempertaruhkan kecendekiawanannya
untuk membuat polling maupun prediksi-prediksi yang tendensius untuk
mempengaruhi opini publik. Jadi, rakyat biasapun tak terkecuali,
lebih-lebih menjelang pemilu tahun depan.

Semuanya bermuara pada satu kata kunci: uang. Seorang bijak,
Sophocles, pernah mengingatkan kita, ”Tak ada satu halpun di dunia
ini yang paling meruntuhkan moral selain uang.” Memang benar, uang
adalah alat penggoda terbesar di dunia. Bahkan berbeda dengan jenis
penggoda lainnya seperti wanita dan tahta, tidak ada satupun orang
di dunia yang tidak membutuhkan uang. Kita semua sibuk mencari uang
agar dapat hidup dengan layak. Nah, karena kita memang mencarinya,
sangat wajar kalau kita tergoda ketika ada orang yang menawarkan
benda tersebut kepada kita.

Godaan terbesar uang adalah merubah pandangan hidup kita
dari ”memiliki” menjadi ”dimiliki.” Kita memang perlu memiliki
uang untuk menjalani hidup, tapi uang hanya berfungsi sebagai alat.
Kitalah yang menjadi tuannya. Celakanya, posisi ini sering kali
bertukar karena godaan yang ditawarkan uang sangat kuat. Akhirnya
kitalah yang ”dimiliki” oleh uang. Tanda-tanda penyakit ini adalah
kalau Anda mulai merasa takut kehilangan kedudukan Anda. Ini berarti
Anda telah ”dimiliki” oleh uang. Ini akan menghilangkan kebebasan
Anda dalam mengungkapkan kebenaran.

Pandangan kita terhadap uangpun perlu kita telaah lebih jauh. Kita
seringkali berpikir secara terbalik yaitu: have -> do -> be. Kita
berusaha memiliki lebih banyak uang (have) agar kita dapat melakukan
apa yang ingin kita lakukan (do), dan mengira kalau itu tercapai
akan membuat kita lebih bahagia (be).

Padahal, yang perlu kita lakukan adalah sebaliknya yaitu be -> do ->
have. Yang pertama dan utama adalah menjadi diri sendiri (be),
kemudian melakukan apa yang harus dilakukan (do) agar dengan begitu
kita memiliki apa yang kita inginkan (have).

Masalahnya, kita seringkali menyamakan uang dengan kebahagiaan.
Padahal, uang adalah apa yang kita dapatkan (have), sementara
kebahagiaan adalah sesuatu yang sudah ada di dalam diri kita sendiri
(be). Dengan menggunakan urutan be -> do -> have, maka kebahagiaan
itulah yang harus ada lebih dulu. Kebahagiaan adalah sesuatu yang
bersifat bebas dan tidak tergantung pada apapun yang kita miliki.

Banyak orang yang kaya tetapi tak bahagia dan selalu merasa
kekurangan. Salah satunya, kawan saya yang kaya mendadak dengan cara
memperjual belikan kekuasaannya. Namun alih-alih merasa cukup,
istrinya selalu mengeluhkan harga-harga dan biaya hidup yang mahal.
Semakin banyak harta yang ia miliki semakin ia merasa kekurangan.
Kawan saya ini juga sangat rentan terhadap stres. Hidupnya penuh
dengan ketakutan terhadap perubahan apapun yang mungkin terjadi.
Hidup seperti ini memang jauh dari keberkahan.

Uang memang bukanlah segalanya. Orang-orang bijak bahkan selalu
mengingatkan kita bahwa yang penting dalam hidup adalah segala
sesuatu yang tak dapat dibeli dengan uang: kebahagiaan, cinta,
kesehatan, rasa damai dalam hati, rasa percaya dengan orang lain,
dan kesadaran yang sempurna.

Godaan di Atas Segala Godaan oleh Arvan Pradiansyah, penulis buku
You Are A Leader!

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>