January 31, 2010 | Posted in:Motivasi

Segalanya berawal ketika saya masih berumur 6 tahun.
Ketika saya sedang bermain di halaman rumah saya di California, saya bertemu
seorang anak laki-laki. Dia seperti anak laki2 lainnya yang menggoda saya dan kemudian saya mengejarnya dan memukulnya. Setelah pertemuan pertama dimana saya
memukulnya, kami selalu bertemu dan saling memukul satu sama lain di batas pagar itu. Tapi itu tidaklah lama. Kami selalu bertemu di pagar itu dan kami selalu bersama. Saya menceritakan semua rahasia saya. Dia sangat pendiam , dia hanya mendegarkan apa yg saya katakan.

Saya menganggap dia enak diajak bicara dan saya dapat berbicara kepadanya
ttg apa saja.

Di sekolah, kami memiliki teman2 yang berbeda tapi ketika kami pulang ke
rumah, kami selalu berbicara ttg apa yg terjadi di sekolah. Suatu hari, saya
bercerita kepadanya ttg anak laki2 yang saya sukai tetapi telah menyakiti
hati saya.. Dia menghibur saya dan mengatakan segalanya akan beres.
Dia memberikan kata2 yang mendukung dan membantu saya utk melupakannya. Saya
sangat bahagia dan menganggapnya sebagai teman sejati. Tetapi saya tahu
bahwa sesungguhnya ada yg lain dari dirinya yg saya suka. Saya memikirkannya
malam itu dan memutuskan kalau itu adalah rasa persahabatan. Selama SMA dan
semasa kelulusan, kami selalu bersama dan tentu saja saya berpikir bahwa ini
adalah persahabatan. Tetapi jauh di lubuk hati, saya tahu bahwa ada sesuatu
yang lain. Pada malam kelulusan, meskipun kami memiliki pasangan sendiri2,
sesungguhnya saya menginginkan bahwa sayalah yg menjadi pasangannya.

Malam itu, setelah semua orang pulang, saya pergi ke rumahnya untuk
mengatakannya. Malam itu adalah kesempatan terbesar yg saya miliki tapi saya
hanya duduk di sana dan memandangi bintang bersamanya dan bercakap2 tentang
cita2 kami. Saya melihat ke matanya dan mendengarkan ia bercerita ttg
impiannya. Bagaimana dia ingin menikah dan sebagainya. Dia bercerita
bagaimana dia ingin menjadi orang kaya dan sukses. Yg dapat saya lakukan
hanya menceritakan impian saya dan duduk dekat dengan dia. Saya pulang ke
rumah dengan terluka krn saya tidak mengatakan perasaan saya yg sebenarnya.
Saya sangat ingin mengatakan bahwa saya sangat mencintainya tapi saya takut.
Saya membiarkan perasaan itu pergi dan berkata kepada diri saya sendiri
bahwa suatu hari saya akan mengatakan kepadanya mengenai perasaan saya.

Selama di universitas, saya ingin mengatakan kepadanya tetapi dia selalu
bersama2 dengan seseorang. Setelah lulus, dia mendapatkan pekerjaan di New
York. Saya sangat gembira untuknya, tapi pada saat yg sama saya sangat
bersedih menyaksikan kepergiannya. Saya sedih karena saya menyadari ia pergi
untuk pekerjaan besarnya. Jadi.. saya menyimpan perasaan saya utk diri saya
sendiri dan melihatnya pergi dgn pesawat. Saya menangis ketika saya
memeluknya krn saya merasa seperti ini adalah saat terakhir. Saya pulang ke
rumah malam itu dan menangis. Saya merasa terluka karena saya tidak
mengatakan apa yg ada di hati saya.

Saya memperoleh pekerjaan sbg sekretaris dan akhirnya menjadi seorg analis
komputer. Saya sangat bangga dgn prestasi saya. Suatu hri saya menerima
undangan pernikahan. Undangan itu darinya. Saya bahagia dan sedih pada saat
yang bersamaan.

Skr saya tahu kalau saya tak akan pernah bersamanya dan kami hanya bisa
menjadi teman. Saya pergi ke pesta pernikahan itu bulan berikutnya. Itu
adalah peristiwa besar.

Saya bertemu dgn pengantin wanita dan tentu saja juga dengannya. Sekali lagi
saya merasa jatuh cinta. Tapi saya bertahan agar tidak mengacaukan apa yg
seharusnya menjadi hari paling bahagia bagi mereka. Saya mencoba bersenang2
malam itu, tapi sangat menyakitkn hati melihat dia begitu bahagia dan
saya mencoba untuk bahagia menutupi air mata kesedihan yg ada di hati saya.
Saya meninggalkan New York merasa bahwa saya telah melakukan hal yang tepat.
Sebelum saya berangkat. . . tiba2 dia muncul dan mengucapkan salam
perpisahan dan mengatakan betapa ia sangat bahagia bertemu dgn saya.

Saya pulang ke rumah dan mencoba melupakan semua yang terjadi di New York.
Kehidupan saya terus berjalan.
Tahun2 berlalu. . . kami saling menulis surat dan bercerita mengenai hal yg
terjadi dan bagaimana dia merindukan utk berbicara dgn saya.

Pada suatu ketika, dia tak pernah lagi membalas surat saya. Saya sangat
kuatir mengapa dia tidak membalas surat saya meskipun saya telah menulis 6
surat kepadanya.

Ketika semuanya seolah tiada harapan, tiba2 saya menerima sebuah catatan
kecil mengatakan: “Temui saya di pagar dimana kita biasa bercakap2.” Saya
pergi ke sana dan melihatnya di sana. Saya sangat bahagia melihatnya, tetapi
dia sedang patah hati dan bersedih. Kami berpelukan sampai kami
kesulitan utk bernafas.

Kemudian ia menceritakan kepada saya ttg perceraian dan mengapa dia tidak
pernah menulis surat kepada saya. Dia menangis sampai dia tidak dapat
menangis lagi.. .. Akhirnya kami kembali ke rumah dan bercerita dan tertawa
ttg apa yg telah saya lakukan mengisi waktu. Akan tetapi, saya tetap tidak
dapat mengatakn kepadanya bagaimana perasaan saya yg sesungguhnya kepadanya.

Hari2 berikutnya. dia gembira dan melupakan semua masalah dan perceraiannya.
Saya jatuh cinta lagi kepadanya. Ketika tiba saatnya dia kembali ke New
York, saya menemuinya dan menangis. Saya benci melihatnya harus pergi. Dia
berjanji untuk menemui saya setiap kali dia mendapat libur. Saya tak dapat
menunggu saat dia datang shg saya dpt bersamanya. Kami selalu bergembira
ketika sedang bersama.

Suatu hari dia tidak muncul sebagaimana yg telah dijanjikan.
Saya berpikir bahwa mungkin dia sibuk. Hari berganti bulan dan saya
melupakannya.

Suatu hari saya mendapat telepon dari New York. Pengacara mengatakan bahwa
ia telah meninggal dalam sebuah kecelakaan mobil dalam perjalanan ke
airport. Hati saya patah. Saya sangat terkejut akan kejadian ini. Sekarang
saya tahu… mengapa ia tidak muncul hari itu. Saya menangis
semalam-malaman. Air mata kesedihan dan kepedihan; bertanya2 mengapa hal ini
bisa terjadi terhadap seseorang yg begitu baik spt dia?

Saya mengumpulkan barang2 saya dan pergi ke New York utk pembacaan surat
wasiatnya. Tentu saja semunya diberikan kepada keluargnya dan mantan
istrinya. Akhirnya saya dapat bertemu dengan mantan istrinya lagi setelah
saat terakhir kali saya bertemu pada pesta pernikahan. Dia menceritakan
bagaimana mantan suaminya. Tapi suaminya selalu tampak tidak bahagia.

Apapun yang dia kerjakan…. tidak bisa membuat suaminya bahagia seperti
saat pesta pernikahan mereka.
Ketika surat wasiat dibacakan, satu2nya yg diberikan kepada saya adalah
sebuah diary. Itu adalah diary kehidupannya. Saya menangis karena itu
diberikan kepada saya. Saya tak dapat berpikir. mengapa ini diberikan pada
saya?

Saya mengambilnya dan terbang kembali ke California. Ketika di pesawat, saya
teringat saat2 indah yg kami miliki bersama. Saya mulai membaca diary itu.
Diary dimulai ketika hari pertama kami berjumpa. Saya terus membaca sampai
akhirnya saya mulai menangis. Diary itu bercerita bahwa dia jatuh cinta
kepada saya di hari ketika saya patah hati.

Tapi dia takut utk mengatakannya kepada saya. Itulah sebabnya mengapa dia
begitu diam dan mendengarkan segala perkataan saya. Diary itu menceritakan
bagaimana dia ingin mengatakannya kepada saya berkali2, tetapi takut. Diary
itu bercerita ketika di New York dan jatuh cinta dgn yg lain. Bagaimana dia
begitu bahagia ketika bertemu dan berdansa dgn saya di hari pernikahannya.
Dia menulis bahwa ia membayangkan kalau itu adalah pernikahan kami.
Bagaimana dia selalu tidak bahagia sampai akhirnya harus menceraikan
istrinya. Saat2 terindah dalam kehidupannya adalah ketika membaca huruf demi
huruf yg saya tulis kepadanya.

Akhirnya diary itu berakhir dengan tulisan:
“Hari ini saya akan mengatakan kepadaanya kalau saya mencintainya”
Itu adalah hari dimana dia terbunuh.
Hari dimana pada akhirnya saya akan mengetahui apa yg sesungguhnya ada dlm
hatinya.

Pesan moral yg ada dari cerita tsb:
Jika engkau mencintai seseorang,
“JANGAN PERNAH MENUNGGU HARI ESOK UNTUK MENGATAKAN KEPADANYA”

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>