March 25, 2010 | Posted in:Motivasi

Anda dan saya sudah tahu bahwa Allah Maha Adil. Apa pun yang diperbuat Allah untuk manusia pasti dilandasi dengan sifat Maha Adil itu. Tetapi yang aneh sebenarnya manusia itu sendiri, ya…kita sendiri ini. Kalau kita memperoleh rejeki banyak, pasti langsung berkata wah…Tuhan memang adil, jika kita mendapat sedikit rejeki, wah… Tuhan kurang adil, dan apalagi jika kita tidak memperoleh rejeki sama sekali, kebanyakan dari kita langsung berteriak… TUHAN TIDAK ADIL…

Itulah sikap kebanyakan orang di muka bumi ini, maunya selalu memperoleh bagian sebanyak mungkin, dan sering tidak mau introspeksi diri, lupa melihat ke dalam dirinya sendiri, dan senangnya hal-hal yang bersifat instant saja. Sebagian besar orang tidak mau bersikap secara “proporsional” atau tepat sasaran. Sikap kita sering lebih dipengaruhi “prinsip masa kini” dan “prinsip material”, sehingga menyebabkan orang mudah sekali mengeluh, dan protes pada keadaan buruk yang menimpanya.

Oleh sebab itu, cobalah renungkan makna suci dari Al-Qur’an, Surat Al-Baqarah, ayat 286 ini: “Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya, dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdo’a): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau bersalah. Ya Tuhan kami janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat, sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami, apa yang tak sanggup kami memikulnya. Maafkanlah kami, ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir”.

Kalau Anda cermati ayat suci di atas, itu sudah menunjukkan betapa adilnya Tuhan kita ini. Sebenarnya manusia itu tidak layak untuk gampang mengeluhkan keadaan buruk yang menimpanya. Allah SWT sudah mengatakan bahwa Dia tidak akan membebani sesuatu hal yang di luar kesanggupan manusia. Jadi, seandainya Anda sedang “dicoba dengan beban” oleh Tuhan, itu pasti karena Tuhan tahu, bahwa Anda pasti sanggup mengatasinya. Oleh karena itu, “mengeluh” bukanlah sikap yang tepat. Tuhan juga mengajari kita, bagaimana cara kita memohon pertolongan- Nya, lewat do’a seperti di dalam ayat suci di atas itu. Ini juga menunjukkan sifat Maha Penyayang dari Tuhan, karena lewat do’a yang diajarkan-Nya itu, maka Dia membuka pintu maaf, ampunan, dan rahmat-Nya seluas-luasnya, bagi kita yang “mau datang” kepada-Nya, dan membutuhkan pertolongan- Nya.

Allah menginginkan kita, agar selalu berusaha sekuat tenaga dan pikiran kita untuk menjalani kehidupan ini dengan baik. Untuk itu Allah juga menegaskan lagi firman-Nya di dalam Al-Qur’an, Surat An-Najm, ayat 39, yang berbunyi: “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain dari apa yang telah diusahakannya” . Jadi, dengan demikian semakin jelas, bahwa kita ini sesungguhnya tidak pantas untuk mengeluh. Kita punya kewajiban untuk selalu berusaha sekuat tenaga, dan pantang menyerah.

Apa pun yang terjadi, itu sebenarnya merupakan suatu hasil dari usaha kita sendiri. Oleh sebab itu, apa pun yang terjadi, hendaknya selalu disyukuri. Apa pun yang terjadi memang patut disyukuri, karena hal itu pasti semata-mata demi peningkatan kualitas diri kita. Lha wong Allah saja berfirman, bahwa kita sebagai manusia tidak akan memperoleh sesuatu, selain dari usaha yang telah kita lakukan. Firman Allah SWT pasti suci, dan tak terbantahkan.

Salam Luar Biasa Prima!

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>