May 6, 2011 | Posted in:Motivasi

Unsur kreatif diperlukan dalam proses berpikir untuk menyelesaikan
masalah. Semakin kreatif seseorang, semakin banyak alternatif
penyelesaiannya.

Berpikir merupakan instrumen psikis paling penting. Dengan berpikir,
kita dapat lebih mudah mengatasi berbagai masalah dalam hidup.

Dalam proses mengatasi suatu masalah, kita sering berpikir dengan
cara berbeda-beda. Para psikolog dan ahli logika mengenal beberapa
cara berpikir. Namun, tidak semua efektif bagi proses pemecahan
masalah. Berpikir kreatif merupakan salah satu cara yang dianjurkan.
Dengan cara itu, seseorang akan mampu melihat persoalan dari banyak
perspektif. Pasalnya, seorang pemikir kreatif akan menghasilkan
lebih banyak alternatif untuk memecahkan suatu masalah.

Bukan Jiplakan

Menurut J.C. Coleman dan C.L. Hammen (1974), berpikir kreatif
merupakan cara berpikir yang menghasilkan sesuatu yang baru –dalam
konsep, pengertian, penemuan, karya seni.

Sedangkan D.W Mckinnon (1962), menyatakan selain menghasilkan
sesuatu yang baru, seseorang baru bisa dikatakan berpikir secara
kreatif apabila memenuhi dua persyaratan.

Pertama, sesuatu yang dihasilkannya harus dapat memecahkan persoalan
secara realistis. Misalnya, untuk mengatasi kemacetan di ibukota,
bisa saja seorang walikota mempunyai gagasan untuk membuat jalan
raya di bawah tanah. Memang, gagasan baru, tetapi untuk ukuran
Indonesia solusi itu tidak realistis. Dalam kasus itu, sang walikota
belum dapat dikatakan berpikir secara kreatif.

Kedua, hasil pemikirannya harus merupakan upaya mempertahankan suatu
pengertian atau pengetahuan yang murni. Dengan kata lain,
pemikirannya harus murni berasal dari pengetahuan atau pengertiannya
sendiri, bukan jiplakan atau tiruan. Misalnya, seorang perancang
busana mampu menciptakan rancangan yang unik dan mempesona.
Perancang itu dapat disebut kreatif kalau rancangannya memang murni
idenya, bukan mencuri karya atau gagasan orang lain.

Menurut ahli lain, Dr. Jalaludin Rakhmat (1980), untuk bisa berpikir
secara kreatif, si pemikir sebaiknya berpikir analogis. Jadi, proses
berpikirnya dengan cara menganalogikan sesuatu dengan hal lain yang
sudah dipahami. Kalau menurut pemahaman si pemikir, kesuksesan
adalah keberhasilan mencapai suatu tujuan, maka saat ia berpikir
tentang kesuksesan, ciri-ciri berupa “berhasil mencapai tujuan”,
menjadi unsur yang dipertimbangkan.

Misalnya, seseorang dikatakan sukses bila ia dengan bekerja keras
telah berhasil mencapai tujuan yang ditetapkan. Tanpa tujuan yang
jelas, sulit bagi seseorang untuk bisa sukses. Namun, karena setiap
orang mempunyai tujuan berbeda, maka standar kesuksesan setiap orang
pun berbeda.

Disamping berpikir secara analogis, untuk berpikir secara kreatif,
si pemikir juga harus mengoptimalkan imajinasinya untuk mereka-reka
berbagai hubungan dalam suatu masalah. Dengan ketajaman imajinasi,
kita dapat melihat hubungan ynag mungkin tidak terlihat oleh orang
lain. Contohnya, Einstein melihat hubungan antara energi, kecepatan,
dan massa suatu benda. Newton, melihat hubungan antara apel jatuh
dan gaya tarik Bumi. Seorang pemuda Indonesia, Baruno melihat
hubungan antara keahliannya membuat kerajinan tangan dengan enceng
gondok, sandal, dan uang.

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>