John Wick: Chapter 3 – Parabellum (Review)

Bagian 1 : Filmnya

Oleh Hafiiz Yusuf

Beberapa tahun lalu ada film Hachiko, bercerita tentang seekor anjing yang teramat setia. Tahun ini ada John Wick 3, tentang anjing juga. Yah, di film John Wick yang pertama  memang semuanya karena seekor anjing.

Tapi ada yang sedikit berbeda. Jika di Hachiko, banyak orang menangis. Di John Wick 3 banyak orang tewas! Banyak sekali.

Film diawali dengan suasana suram. lelaki berjas hitam kusam yang terluka berlari terengah-engah di tengah rintik gerimis ditemani seekor anjing. Ya, John Wick adalah seorang pelarian . Ia menjadi execommunicado  karena melanggar aturan penting yaitu membunuh seseorang di tempat netral, Hotel Continental. Sepanjang film berdurasi 2 jam 10 menit ini, penonton disuguhi aksi sang Baba Yaga itu bertahan hidup dari buruan para pembunuh bayaran lainnya. Kepalanya dihargai USD 14 juta (sekitar 201 Milyar) sejak ditetapkan sebagai execommunicado.
John bertarung, berlari, terluka, dan memohon pertolongan untuk nyawanya.  

Tanpa basa-basi, tensi film langsung naik tinggi dengan pertarungan di perpustakaan. John yang gak bawa senjata apapun terpaksa memakai apa yang ada di dekatnya sebagai senjata.
Apa yang ada di perpustakaan? Yup, John membunuh lawannya dengan buku.

Tensi tinggi ini terus digeber. Tembak, bacok, tusuk, pukul, tendang. Tentu saja ada jeda beberapa kali. Sekedar memberi kesempatan penonton untuk bernafas. Beberapa humor juga diselipkan. Dark Jokes-nya membuat beberapa penonton di kiri-kanan saya tergelak. Film ini mengungkap beberapa masa lalu John Wick. Asal-usulnya, nama aslinya yang ternyata Jarkoni eh Jardani Jovonovich , hingga hubungannya dengan tokoh baru , Sofia.

Selain cerita, ada ekspansi lokasi.  Setelah Hotel Continental yang ikonis di New York, diperkenalkan juga hotel Continental di negara lain. Aksi John juga lebih gila lagi. Gak cukup dengan manusia, di Chapter 3-Parabellum ini ia berkolaborasi dengan kuda dan anjing. Adegan perkelahian di istal dengan melibatkan kuda cukup menghibur. Bikin tertawa dan ngilu di saat yang sama.

Kemudian kolaborasi maut dengan dua Belgian Malinois. Seperti yang sudah terlihat di trailer, diperlihatkan 2 anjing turut menyerang lawan John Wick.

“Saya sempat mikir, ini anjing apa serigala? Ganas banget”.

Belgian Malinois emang anjing gembala yang ukurannya cukup besar. Beratnya bisa 30an kg. Kebayang kan gimana rasanya kalo ditubruk sesuatu seberat 30 kg yang lari dengan kecepatan tinggi.

Ada karakter lama dan karakter baru yang diperkenalkan disini. Ada The Director, bos dari Ruska Roma. Sebuah teater atau panggung pertunjukan balet. Yang tenyata tokoh penting di dunia assassin. Bekerja  dibawah peraturan dan hukum High Table (organisasi induk assassin, masih misterius). Di dalem Ruska Roma malah kayak sekolah beladiri.  Dan untuk menghukum pelanggaran yang dilakukan John Wick, muncul tokoh The Adjudicator, seorang pengawas, penegak hukum dunia bawah tanah yang keras dan tanpa ampun. Memberi hukuman kepada siapapun yang melanggar peraturan. Termasuk menghukum orang-orang yang memberi bantuan kepada John Wick.

Sofia, tokoh wanita pengelola Hotel Contiental Casablanca. Punya hubungan rumit dengan John Wick di masa lalu. Nampaknya Sofia pernah hutang budi dan sekarang ganti John yang meminta bantuan Sofia. John menunjukkan medali berisi bekas darah Sofia, sebagai bukti bahwa John pernah menolong Sofia.

Tokoh lain favorit saya adalah Zero. Diperankan aktor beladiri lawas, Mark Dacascos. Disebut sebagai ninja, salah satu assassin keji. Tapi awal kemunculannya di film dia jadi tukang jual sushi di warung pinggir jalan di New York. Di warung jualan sehari-hari dibantu dua TKI asal Indonesia, yaitu Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman. Sebagai ninja, Zero punya pengikut para Shinobi. Zero dan para shinobi ini, termasuk Kang Yayan dan Kang Cecep, menjadi lawan terakhir bagi John Wick.

Aksi laga baku hantam adu tembak memang jadi jualan utama. Berkelas dengan tensi tinggi. Tapi ada hal lain yang menarik bagi saya. Sinematografinya indah. Visualnya Berseni dan elegan. Iya, banyak darah, tapi tidak bikin mual seperti Kill Bill Volume 1 Bride vs Crazy 88. Perhatikan juga adegan-adegan di Ruska Roma, di shoot dengan apik. Favorit saya adalah adegan sekelompok penari balet perform di panggung. Di tengah-tengah keriuhan tarian balet, Zero dan 2 Shinobi-nya masuk dari belakang panggung. Berjalan dengan  tenang, kalem hingga para penari tidak menyadari kehadirannya. Dan tampaklah scene yang seperti sebuah foto artistik . Panggung teater megah dengan para penari balet berpakaian putih sibuk menari. Lalu muncul 3 orang assassin dari belakang berjalan ke depan tampak sebagai bayangan berwarna hitam.

Kontras. Indah. Menakutkan

Adegan-adegan di Casablanca, Maroko juga menarik. Keriuhan pelabuhan dan pasar, hingga gang sempit. Lalu pemandangan gurun pasir saat malam hari yang mempesona. Memanjakan mata

Akhir kata, film ini sangat layak ditonton. Kehadiran 2 master silat Indonesia sangat membanggakan dan patut diapresiasi. Yayan Ruhian dan Cecep Arif Rahman menyajikan koreografi apik sebagai lawan tangguh bagi John Wick. Bahkan John sempat mengucapkan kalimat dalam bahasa Indonesia kepada duo shinobi ini.

Si vis pacem, para bellum

Siapa yang  mendambakan perdamaian, bersiap-siaplah menghadapi perang

Kang Yayan dan Kang Cecep VS Keanu
  • John Wick: Chapter 3 – Parabellum
  • Durasi : 2 jam 10 menit
  • Produksi Lionsgate
  • Sutradara : Chad Stahelski
  • Keanu Reeves (John Wick)
  • Halle Berry (Sofia)
  • Ian McShane (Winston, Bos Hotel Continental New York)
  • Laurence Fishburn (Bowery King, Raja Gelandangan)
  • Mark Dacascos (Zero, Ninja)
  • Asia Kate Dillon (The Adjudicator)
  • Anjelica Huston (The Director, Bos Ruska Roma)
  • Saïd Taghmaoui (The Elder, Petinggi High Table, misterius)
  • Cecep Arif Rahman (Shinobi)
  • Yayan Ruhian (Shinobi 2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.

Archives
Categories