May 12, 2010 | Posted in:Motivasi

Bersyukurlah.. bahwa yang dikatakan CANTIK itu bukan hanya secara Fisik ajah
tapi ada yang lebih mendalam yaitu “INNER BEAUTY”

Semoga kita2 semua dapat menyadari .. so ga usah MINDER laaah….
Yakinlah bahwa setiap pribadi kita pazti ada PLUS and MINUS-nya…
“BE YOURSELF..”

***

“Aduh rambut loe bagus dech Ti…” Yola mengelus-elus rambut Yanti
kagum. Yanti cuman senyum-senyum ke geer’an. “Ah masa?. “Bener, sumpah
deh! Gue pengen banget punya rambut kayak loe.” Yola makin serius.
Terang aja Yanti makin kesenengan. Soalnya, pujian Yola kayaknya nggak
pake basa-basi. Yola kelihatannya emang bener-bener kagum sama
rambutnya yang emang ok’s. Yola ngelirik rambutnya sendiri yang ikal
dan kering. Lantas menghela nafas pelan. Bukan kali ini aja Yola
membandingkan dirinya dengan orang lain. Tapi sering. Kayaknya bagi
Yola, orang lain punya sejuta kelebihan, sedangkan dirinya nol!

Yola menatap dirinya didepan cermin. Sebentar wajahnya dipalingkan ke
kiri, sebentar ke kanan. Yola ‘nyoba semua sudut pandang, buat
‘ngeyakinin, dari sudut mana wajahnya kelihatan menarik. Yola mendengus
sebal. Kalo aja, dia berani nanya ke kaca, “Mirror… mirror on the wall,
who’s the most beautiful girl of all? Dan kalo kaca bisa ngomong, pasti
bakal dijawab dengan ketus, “Yang jeals bukan loe!” Uh! Ingin rasanya,
Yola membanting cermin yang ada dihadapannya. Tapi Yola sadar, ngapain
juga dia ‘ngelakuin hal itu. Nggak ada guna dan ‘ngabis-ngabisin
energi.

Yola merenung sambil menatap langit-langit kamarnya. Suer deh, rasanya
nggak ada dari dirinya yang bisa buat dibanggakan. Wajahnya nggak
cantik-cantik amat. Bahkan boleh dibilang, secara fisik, ia punya
banyak banget kekurangan. Hidungnya nggak semancung punya Sinta, atau
nggak sebangir hidung Yonda. Hidungnya cenderung membesar dan pesek.
Kulitnya juga gelap. Kalo orang bilang, cokelat kayak sawo busuk.
Rambutnya? Wuih! Jangan ditanya, bener-bener sukses kering dan nggak
bercahaya. Udah gitu, ikal lagi. Bodynya, jauh dari kata-kata seksi.
Ibunya sendiri heran, kenapa Yola bisa beda dari kakak-kakaknya, yang
berperawakan tinggi bak peragawati.

Tubuh Yola tambun persis buntelan kain. Bener deh, kalo Yola mandangin
dirinya sendiri, pengen nangis aja rasanya. Kadang, Yola bertanya dalam
hati (soalnya kalo bersuara, Yola malu ada yang dengar) kenapa sih Yola
tercipta kayak gini? Kayaknya Tuhan nggak adil banget. Udah cantik,
pintar, kaya pula. Nah, dirinya? Emang sih, kalo soal otak, Yola
terbilang encer. Tapi apalah artinya kepintaran, kalo orang selalu
menilai dari fisiknya duluan. Yang namanya otak kan nggak kelihatan?

Yola capek sendiri dengan pikirannya. Ditariknya selimut dan
membalikkan bantal, mencari posisi enak untuk memulai tidur. Seperti
disadarkan sesuatu, Yola beranjak bangkit. Lalu berlutut dipinggir
ranjang dan mulai berdoa. Setelah puas meluapkan perasaannya, Yola
mengakhiri. Amin! “Good night Jesus.” Yola segera memadamkan lampu dan
merebahkan tubuhnyake pembaringan. Ia ingin bermimpi indah malam ini.
Menjadi seorang putri yang paling cantik di dunia. Ahhhh!

Mata Yola mengawasi geng Yonda dengan tajam. Uh! Kumpulan cewek-cewek
cantik dan kaya. Kayaknya, nggak cocok banget kalo dia berdiri
ditengah-tengah mereka. Dengan gaya yang modis, yang nggak mungkin dia
tiru walau mengenakan apapun, cewek-cewek populer di sekolahnya itu
tertawa cekikikan mengundang perhatian. Andai saja penampilan Yola
modis, keren dan cantik, pasti Yola bisa bergabung dengan mereka. Enak
skali ya, jadi cewek popular dan dikenal seantero sekolahan.
Setidaknya, itu yang ada dibenak Yola selama ini.

Yola membuang pandangan sedih. Rasanya hanya akan lebih menyiksa, kalo
dia berdiam lama-lama memandangi aksi cewek-cewek itu. Yang lebih
menakutkan, ia hanya menumpuk perasaan iri. Menyadari itu, Yola segera
beranjak meninggalkan tempat duduknya dan bergegas menuju ke kelas.

Baru melangkah, tiba-tiba Yola dengar namanya disebut-sebut. Yola
menghentikan langkah, penasaran. “Pokoknya enak deh ngobrol sama dia.
Anaknya asyik banget.” Rasanya Yola kenal suara itu. “Yo’i. Lagian Yola
itu pinter dan baek hati. Sering banget lho dia nolongin gue. Gue suka
ama tuh anak.” Hati Yola berdebar-debar senang, nggak disangka ia bakal
dipuji orang sedemikian. Dan yang ‘nyenengin hati Yola, pujian itu
justru mereka berikan, bukan pas di depannya. Ini pertanda pujian itu
lebih alami dan jujur.

“Yola tuh punya sesuatu yang buat dia kelihatan gimana gitu… yah, yang
jelas kita seneng aja ‘ngeliat dia. Iya kan?” Serentak orag-orang itu
mengiyakan tanda setuju. Yola bener-bener terharu. Seketika, Yola malu
ama dirinya sendiri, selama ini ia terlalu picik menilai, apa arti
sebuah kecantikan.

Tapi hari ini, tanpa kebetulan, mata Yola terbuka sudah. Kecantikan
diri bukan hanya bicara soal fisik. Diam-diam Yola melirik ke dalam
ruangan. Ia ingin tahu siapa saja mereka, yang sudah membukakan
kepicikannya selama ini. Mata Yola menangkap sosok Sinta, Theo, Bayu,
Retno dan beberapa orang yang sungguh ia kurang mengenalnya. Yola
tersenyum dan segera melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti.

Dunia di sekelilingnya, tiba-tiba terlihat lebih cerah dan berwarna.
Beberapa kali Yola menjawab sapaan teman-temannya, yang kebetulan
berpas-pasan lewat.

Sambil terus melangkah, hati Yola tak putus-putus bersyukur.

“Thank’s God buat anugerah dan karunia yang Engkau sudah berikan.
Ampuni aku, kalo selama ini nggak bersyukur. Hari ini, aku benar-benar
menyukai menjadi diriku sendiri. Karena aku cantik dan aku tahu itu.”
ujar Yola mantap.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>