March 4, 2010 | Posted in:Motivasi

Mark Twain mengungkapkannya dengan sangat indah ketika mengatakan “Udara
sangat dingin, sehingga jika
termometer ini lebih panjang satu inci saja, kita pasti akan mati membeku”

Kita memang akan mati beku dalam kata2. Yang menjadi persoalan bukanlah suhu
dingin yang ada diluar, tetapi termometer. Yang menjadi persoalan bukanlah realitas, tetapi kata-kata yang anda ucapkan pada diri anda mengenai realitas itu.

Saya pernah mendengar cerita yang menarik mengenai seorang petani di
Finlandia. Ketika garis batas antara Finlandia dan Rusia sedang ditentukan, petani itu harus memutuskan apakah dia ingin berada di Finlandia atau di
Rusia. Setelah memikirkan cukup lama, dia memutuskan untuk berada di
Finlandia, tetapi dia tidak ingin melukai perasaan pejabat Rusia. Pejabat Rusia itu datang kepadanya dan bertanya mengapa dia ingin berada di Finlandia.
Petani itu menjawab,”Sudah merupakan kerinduanku sejak dulu untuk tinggal di
tanah tumpah darahku Rusia, tetapi pada usiaku yang sudah lanjut seperti ini, aku tidak dapat bertahan menghadapi musim dingin di Rusia.”

Rusia dan Finlandia hanyalah kata-kata, konsep, tetapi tidak demikian halnya
bagi manusia, tidak bagi manusia yang gila, yang menganggap kata-kata dan konsep itu sama dengan realitas. Kita hampir tidak pernah melihat
realitas.

Suatu saat seorang guru berusaha untuk menjelaskan kepada sekelompok orang
bagaimana orang2 bereaksi terhadap kata2, menelan kata2, hidup dalam kata2, ketimbang dalam realitas.

Salah seorang dari kelompok itu berdiri dan mengajukan protes, dia berkata, “Saya tidak setuju dengan pendapat anda bahwa kata2 mempunyai efek yang begitu besar terhadap diri kita.”
Guru itu berkata,” Duduklah, ANAK HARAM.”

Muka orang itu menjadi pucat karena marah dan berkata,” Anda menyebut diri
Anda sebagai orang yang sudah mengalami pencerahan, seorang guru, seorang yang bijaksana, tetapi seharusnya Anda malu dengan diri Anda sendiri.”

Kemudian Guru itu berkata, “Maafkan saya, saya terbawa perasaan. Saya benar2
mohon maaf, itu benar2 di luar kesadaran saya, saya mohon maaf.” Orang itu akhirnya menjadi tenang.

Kemudian Guru berkata lagi,”HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA UNTUK
MEMBANGKITKAN KEMARAHAN DALAM DIRI ANDA; DAN HANYA DIPERLUKAN BEBERAPA KATA UNTUK MENENANGKAN DIRI ANDA, BENAR BUKAN?”

Sumber: Disadur dari dari buku Awareness – Anthony de Mello
Belajar Mencintai Dari Cicak

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>