November 12, 2009 | Posted in:Motivasi

Ketika anak tumbuh dewasa menjadi nakal, orang tua heran. Bagaimana mungkin? Mereka memarahi anak, bagaimana susah payahnya mencari uang untuk kebahagian mereka. Namun anak membalasnya dengan kesengsaraan.

Manusia bahagia bila ia dapat membuka mata, menyadari bahwa ia memiliki banyak hal yang berarti. Manusia bahagia bila ia dapat melunakkan hatinya, menyadari banyak hal yang bisa membahagiakannya. Manusia bisa bahagia, bila ia mau membuka diri. Menerima banyak masukan dari berbahagai pihak.

Manusia tidak bahagia karena tidak mau membuka hati. Ia berusaha meraih apa yang tidak dapat diraihnya. Ia memaksa mendapatkan segala hal apa yang diinginkan. Ia tidak mau menerima dan mensyukuri yang sudah diperolehnya.

Padahal kerap, apa yang dimiliki tak kalah bagusnya dengan apa yang diharap. Bahkan lebih bagus. Tapi dia selalu melihat sekelilingnya. Dan mulai membandingkannya dengan apa yang telah dimiliki oleh yang lain .

Tak masalah, kalau hal yang diraih itu untuk kebaikan. Atau menambah kebaikan. Tapi kerap terjadi malah menjadi keburukan. Baru sadar saat waktu berjalan. Dan menyesal setelah tidak dapat memperbaikinya.

Misal tentang anak. Seorang anak mungkin hanya berharap kasih sayang dan perhatian dari orang tuanya. Dia ingin ayah ibunya mendengarkan apa yang dibicarakan. Dia berharap memuji apa yang menjadi prestasinya. Dia sudah bersiap untuk dimarahi atau dihukum bila memang salah.

Namun karena butanya mata orang tua, mereka tidak mau membuka diri. Yang mereka anggap, anak kalau bahagia dibelikan PS. Disekolahkan yang favorit sekaligus mahal. Mengenakan sandang yang prestise. Diikutkan berbagai les.

Untuk ini orang tua bekerja keras. Pagi saat matahari belum bersinar sudah berangkat. Dan saat bulan bersinar terang, mereka baru pulang. Mereka tak tahu, bahwa mereka sudah memiliki kebahagiaan itu. Dan berusaha mencari kebahagiaan yang belum ada.

Ketika anak tumbuh dewasa menjadi nakal, orang tua heran. Bagaimana mungkin? Mereka memarahi anak, bagaimana susah payahnya mencari uang untuk kebahagian mereka. Namun anak membalasnya dengan kesengsaraan.

Tetapi orang tua lupa, anak kadang tidak butuh hal itu secara berlebihan. Yang lebih penting kasih sayang. Namun tak didapatkan dari orang tua. Dia cari ke pergaulannya. Namun karena pergaulannya salah, dia dapatkan juga hal salah.

Sekarang orang tua sadar. Bahwa ketika mencari kebahagiaan, dia melupakan kebahagiaan. Kebahagiaan itu sudah ada di tangan. Tapi masih mencari kebahagiaan yang maya.

Manusia buta, karena egois dan hanya memikirkan diri. Tidak sadar bahwa saat ini, apa yang ada adalah baik. Namun selalu berusaha meraih lebih, dan tidak mau sadar karena serakah.

(Penulis: MOCHAMAD YUSUF, konsultan senior IT, pembicara publik, pengajar sekaligus developer website & software. Aktif menulis dan bukunya telah terbit, “99 Jurus Sukses Mengembangkan Bisnis Lewat Internet”. Anda dapat mengikuti aktivitasnya di personal websitenya atau di profil Facebooknya

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>