Markobar A Yani Km 4

Hafiiz Yusuf

Bolehlaaah

Dalam sebuah bakda Magrib yang redup. Ketika keinginan atas makan terasa tutup. Dan tidak ada yang menarik bagi mulut. Panggilan teriakan lapar terdengar sayup-sayup.
kira-kira apa yang membuat kamu mulai sanggup?

Jreng.. Jreng .. Jreng.. Henshin!!!

Markobar di Jl. A Yani Km.4. Terletak di teras Indomaret Point A Yani. Warungnya berupa kontainer dengan bagian samping terbuka untuk memesan makanan. Pengunjung yang sudah memesan martabak dapat menunggu di bagian samping. Ada meja kursi tersedia.

Saya lihat buku menu. Mata saya sebagai staf keuangan yang terlatih langsung melihat sisi kanan, tempat dimana angka-angka berjajar menunjukkan sejumlah rupiah yang harus dikeluarkan. Jumlah rupiah sebagai tumbal untuk mendapatkan nama-nama makanan di sisi kiri.

Angka-angka di sebelah kanan menunjukkan 70-90 ribu rupiah untuk seloyang martabak manis. Dengan berbagai pilihan topping. Macam-macam rasa, macam-macam gaya, macam-macam aroma.
Saya datang sendirian, dan hati yang sendiri ini tak mampu menampung terlalu banyak cinta. Hambamu ini tahu diri.
Saya lirik sekali lagi sisi kanan. Terhenti di angka 25.000. Oh inilah rupanya cinta pada pandangan pertama. Kesan pertama menancap kuat sepanjang masa. Lirikan mata geser ke kiri. Dan disitu dia berkata ” Kenalkan nama saya Martabak Tipker” Martabak Tipis Kering. Nama yang indah. Namamu menunjukkan bentuk badanmu.

“Yang ini” Ucap saya mantap kepada penjual.
“Ini kecil pak, ukuran segini” Penjual menjelaskan.
” Iya , yang ini saja”
Saya balas dengan mantap, tanpa ragu tanpa gentar. Karena yakin inilah pilihan terbaik. Mungkin bukan yang paling cantik, bukan yang paling enak. Tapi saya yakin ini yang paling baik untuk saya.
Sungguh aneh. Terkadang orang membenci suatu hal, padahal itu baik baginya. Terkadang orang menyukai suatu hal, padahal itu buruk baginya.

This is it

Penjual mempersilakan saya menunggu diperaduan. Saya tunggu dengan sabar. Sesabar pemancing menunggu umpan dimakan.
Setelah sepeminuman teh, yang saya tunggu tiba. Disajikan hangat beserta segelas beras kencur dalam gelas plastik.
Tanpa tunggu waktu saya serbu dengan terburu-buru. karton segitiga layaknya kemeja dibuka secara paksa. Dia terluka, tapi gelegak saya lebih kuasa.
Tercium aroma wangi tepung terigu. Garing terbakar panas tungku. Menyentuh tepian kulit yang panas hangat-hangat kuku. Penampilanmu ayu. Aku makin bernafsu. Mari puaskan seleraku.

tampak samping

Sekali gigit. Rasanya manis legit.
Tampak coklat mengintip lekat
Merasakan kriuk yang semakin dekat
Enak, gurih, dan nikmat
Bersamamu waktu melambat
Dunia milik berempat
Aku, kamu, dan 2 penjual di sebelah dekat

https://goo.gl/maps/7GqzCmm4j5azHjmM8

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.

Archives
Categories