April 4, 2010 | Posted in:Motivasi

Orang berhasil atau gagal. Begitulah biasanya kita menilai orang- orang di sekeliling. Apapun bisnis, profesi maupun pekerjaannya. Ada
pengusaha sukses, ada pengusaha yang biasa-biasa saja. Ada karyawan
yang berhasil mencapai karier bagus, ada pula yang kariernya kurang
menguntungkan. Siapa pun ingin masuk kategori yang berhasil alias
sukses.

Namun, bagaimana caranya? Mengapa seseorang bisa berhasil, sementara
yang lain gagal? Itulah masalahnya. Menariknya keberhasilan seseorang
ternyata tidak berhubungan dengan jenis kelamin. Sebab, dalam barisan
orang sukses pada semua bidang selalu ada perempuan dan laki-laki.
Ukuran tubuh juga tidak menjamin sebuah sukses. Karena, sebagian
mereka jangkung dan sebagian lagi sedang-sedang saja. Daerah asal
juga begitu. Mereka datang dari berbagai penjuru.

Tidak pula dengan masalah latar belakang pendidikan, sebab beragam
sekali pendidikan mereka. Memang ukuran keberhasilan yang dimaksud
akan berbeda-beda bagi setiap orang. Tetapi, ada kesamaannya: mereka
disebut orang berhasil dan memiliki kehidupan bahagia, yakni mereka
berkemampuan membangun hubungan yang baik dengan orang lain. Coba
perhatikan sekeliling kita.

Apakah orang sukses itu, misal yang melesat dalam karier sampai ke
puncak, adalah orang yang paling pandai di bidangnya dari orang-orang
yang Anda tahu? Atau, mereka adalah orang-orang ”pandai bergaul”
dan mampu berkomunikasi yang baik dengan banyak orang? Mereka yang
berhasil dan mempunyai kualitas hidup yang baik rupanya tipe orang
yang bukan pemalu, tidak canggung, dan tidak rendah diri. Sebaliknya
mereka yang gagal atau merasa sulit dalam hubungan manusia biasanya
pemalu, canggung, dan tidak percaya diri, serta menjauhkan diri dari
masyarakat.

Masalahnya banyak sekali orang merasa pandai bergaul dan banyak punya
teman sejati walaupun dalam hatinya tahu ada kekurangan dari dirinya.
Mereka merasa heran mengapa karyawan, bawahan, atau rekan sekerja
bahkan keluarganya tidak menghargainya. Mereka sulit mendapat sikap
kerjasama secara suka rela dan suka cita dari sekitarnya. Mereka
bertanya-tanya sendiri mengapa harus selalu memaksa dan memerintah
bahkan keluar uang banyak untuk mendapat persetujuan orang lain.

Sesungguhnya kemampuan membina hubungan manusia sama saja dengan
keterampilan di bidang lain. Kita akan sukses dalam berhubungan
manusia, selalu mendapat persetujuan dan dukungan orang lain, bila
telah menguasai prinsip-prinsip dasarnya. Antara lain, bagaimana
berharganya ego bagi setiap orang, sehingga ego itu harus dipuaskan
dan tidak boleh merasa terancam. Bahwa setiap orang lebih tertarik
membicarakan diri sendiri. Bahwa setiap orang selalu ingin
dipentingkan. Bahwa setiap orang mengharapkan persetujuan dari orang
lain.

Denga kata lain, orang lain akan memberi memberikan persetujuan dan
dukungan kepada Anda kalau Anda telah memenuhi dan memuaskan
kebutuhan ego dan memberi pesertujuan kepadanya. Anda tidak perlu
ragu melakukannya. Ibarat menabur investasi kebaikan maka kebaikan
yang berlipat besarnya y

Run four Your Success

Glenn Cunningham berumur delapan tahun ketika ia mengalami kecelakaan. Ia dan kakaknya Floyd sedang menyalakan tungku pemanas sekolah ketika tiba-tiba tungku tersebut meledak dan menewaskan
Floyd. Glenn sedang berada di pintu sehingga ia selamat, tapi ketika menyadari bahwa Floyd masih di dalam, Glenn berlari masuk untuk menyelamatkannya. Ia gagal, bahkan kedua kakinya terbakar hebat.
Kedua kakinya menjadi lumpuh dan tidak bisa merasakan apapun.
Dokter menyarankan agar kedua kakinya diamputasi, tapi sambil menangis Glenn memohon agar kakinya tidak dipotong. Orang tuanya tidak tega dan menuruti keinginannya sehingga kakinya selamat dari
amputasi. Dalam hatinya, Glenn yakin suatu saat ia akan dapat berjalan lagi.

Kedua kaki Glenn bengkok dan semua jari kaki kirinya hilang. Setelah perban dibuka, kedua orang tuanya bergiliran mengurut kakinya setiap hari meskipun hampir tak ada perubahan. Tapi beberapa bulan kemudian Glenn mencoba berdiri dan berjalan dengan dibantu oleh ayahnya.
Kakinya tetap diurut setiap hari dan kemudian Glenn Cunningham yang tadinya kata dokter ‘tidak mungkin dapat berjalan lagi’ kini bisa berjalan.

Glenn masih merasa kakinya lemah sehingga ia ingin menguatkan kakinya. Ia mulai berlari pada setiap kesempatan. Ia berlari ke sekolah, ia berlari ketika mengikuti paduan suara, ia berlari ke
toko daging, ia berlari di lapangan, ia berlari mencari kayu bakar dan berlari pulang dengan kedua tangan penuh kayu. Ia tidak pernah berjalan apabila ia bisa berlari.

Lima tahun kemudian, ketika berumur 13 tahun, ia memenangkan gelar juara lari di Morton County Fair. Sejak itu ia semakin sering mengikuti kejuaraan lari dan selalu berhasil menjadi pemenang. Glenn Cunningham menjadi juara lari bukan karena kakinya kuat, bahkan kaki itu pernah hampir dibuang. Glenn menjadi juara karena ia berlari pada saat semua orang berjalan.

Melisa sebenarnya senang berolah raga, terutama bela diri. Ketika ia bertemu pelatih yang sangat baik, ia rajin berlatih. Seumur hidupnya ia tidak pernah bisa melakukan split dengan salah satu kaki di depan yang yang lain di belakang.

Dengan usia yang sudah hampir mencapai empat puluh tahun, ia merasa sudah terlalu tua dan tak mungkin bisa melakukan split. Tapi ia tetap rajin berlatih. Tanpa disadarinya pada suatu hari ia tiba-tiba bisa split.

Dalam keheranannya ia cuma bisa bengong melihat dirinya split.
Gurunya hanya tersenyum dan mengatakan bahwa ia mampu melakukannya karena ia terus berlatih. Usia ternyata bukan halangan. Ia tidak santai berjalan, tapi ia berlari.

Nana merasa sangat beruntung ketika diterima bekerja di sebuah supermarket. Tapi kemudian ia merasa cepat lelah. Ia harus berdiri berjam-jam setiap hari. Setiap pulang kerja kakinya terasa sakit dan kaku. Ia mulai sering menggerutu. Tak lama kemudian ia mulai sering terlambat datang. Karena merasa tidak suka dengan pekerjaannya, ia merasa tertekan. Ia jadi kurang suka makan sehingga badannya semakin kurus.

Pada saat yang bersamaan rekannya Mila dan Sapto tetap bekerja dengan baik. Bahkan Mila sangat rajin. Ia datang paling pagi, ia rajin berkeliling untuk mengecek barang dan kebersihan. Ia tidak
pernah menggerutu. Kalau ditanya apakah ia tidak merasa lelah, ia hanya tersenyum dan menjawab: “Ya, tentu saja”. Herannya, Mila tetap rajin.

Mila menghormati penyelianya dan banyak menggali ilmu darinya. Pada saat Nana merasa rendah diri untuk berkomunikasi dengan atasannya dan memilih menghindarinya, Mila justru sering meminta nasehatnya atau mengajak atasannya bertukar pikiran. Di saat Nana malas dan duduk bersembunyi di pojok, Mila rajin berkeliling membantu para pelanggan dan menyapa mereka dengan ramah. Tanpa disadari Mila semakin matang, caranya berkomunikasinya juga semakin baik. Ia tidak merasa rendah diri lagi pada saat berhadapan dengan orang lain. Wajahnya memancarkan semangat dan keramahan yang membuat orang lain semakin menyukainya. Pada saat Nana hanya berjalan, Mila berlari.

Untunglah Sapto melihat kemajuan Mila dan berusaha bersikap positif seperti Mila. Ia pun berlari. Ia telah melihat hasil yang dicapai Mila.

Bowo sangat ingin bekerja sebagai sopir, tapi sayangnya ia kurang pengalaman. Akibatnya ia kurang mengenal jalan-jalan di Jakarta. Ia juga tidak hapal lokasi gedung-gedung perkantoran atau mal besar.

Tapi ketika ia diterima bekerja sebagai sopir di sebuah toko bahan bangunan, ia sangat senang. Ia tidak ingin gagal. Setiap saat ia menghafal jalan-jalan yang dilaluinya.

Ia tidak pernah malu bertanya. Ia membeli peta Jakarta dan menghabiskan berjam-jam setiap malam untuk mempelajarinya di rumah.
Dalam waktu hanya satu setengah bulan sejak ia diterima bekerja ia sudah menguasai hampir 70% jalan-jalan di Jakarta. Kini ia tidak pernah bingung lagi karena ia dapat menjalankan pekerjaannya dengan sangat baik. Ia tidak hanya berjalan, ia telah berlari.

Banyak pelaku bisnis yang sukses menerapkan ilmu ini. Berlarilah pada saat orang lain berjalan, maka kita akan mencapai hasil lebih banyak.
Run! Man! Run!

Sumber: Run four Your Success oleh Lisa Nuryanti, Pemerhati Etika Dan Kepribadian

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>