June 12, 2010 | Posted in:Motivasi

Apakah Anda mempunyai masalah dalam meyakinkan manajer agar
mempercayai ide-ide Anda? Apakah setiap gagasan yang Anda kemukakan
tidak diminati atasan? Jika masalah tersebut terjadi, Anda harus
mempertanyakan kemampuan Anda dalam mengkomunikasikan gagasan.
Artinya, Anda harus mengakui bahwa Anda telah gagal mengelola atasan.

Mengelola atasan, menurut Teri R. Fisher, presiden dan CEO konsultan
manajemen Insight Strategies Inc., merupakan strategi bekerja untuk
menyatukan gaya dan tujuan atasan dengan Anda. Dengan kata lain, Anda
perlu bicara dengan bahasa yang sama dan berfokus pada masalah yang
menjadi perhatian orang yang ingin Anda pengaruhi.

Hal tersebut merupakan inti kesuksesan karier di manapun posisi Anda
dalam perusahaan, dan seberapapun tingginya posisi Anda. Dalam
kehidupan sehari-hari, Anda dapat menjumpai atasan atau bawahan Anda
yang sulit berhubungan dan mempengaruhi orang lain. Hubungan
komunikasi dalam hal ini dipengaruhi oleh gaya personal masing-
masing.

Hubungan profesional antara atasan dan bawahan kerap kali mengalami
hambatan karena gaya dan kepribadian yang berbeda. Direktur yang
visioner dan kreatif mungkin akan menemui sedikit kesenjangan dengan
manajer yang logis. Seorang visioner melihat sesuatu dalam wilayah
abu-abu, fokus ke tujuan, bergerak cepat, dan selalu ingin menjadi
nomor satu. Ketika mendengar presentasi, dia tidak begitu suka
berkubang dalam detail. Dia menginginkan garis atas dan bawah, tanpa
penjelasan panjang lebar mengenai bagaimana konsep itu diwujudkan.
Bawahan harus mempunyai kerangka ide yang positif. Tidak ada
istilah “tidak bisa” bagi seorang visioner.

Sementara sang manajer yang logis sangat berbeda. Dia lebih menyukai
banyak data dan fokus pada proses, metodologi, dan hati-hati menggali
masalah, melihat sesuatu hitam-putih, dan kata benar atau salah.
Ketika mendengar ide, dia akan
bertanya “siapa”, “apa”, “mengapa”, “di mana”, dan “bagaimana” karena
keinginanannya untuk memperoleh banyak informasi.

Dapat dengan mudah dilihat bahwa keduanya mempunyai masalah dalam
berhubungan satu dengan yang lain. Untuk menyelamatkan pekerjaan,
manajer perlu mendefinisikan dan memahami gaya direkturnya. Manajer
sebagai bawahan dengan cerdik harus memahami atasan. Kompromikan gaya
Anda hingga akhirnya bisa lebur dengan gaya orang lain.

“Mengelola hubungan itu kedengarannya sederhana, tapi para manajer,
atau semua orang, perlu belajar konsep dasar ini,” kata Richard L.
Knowdell, pengarang buku Building a Career Development Program: Nine
Steps for Effective Implementation.

Beberapa manajer hanya memperhatikan hubungannya dengan atasan.
Padahal, manajer yang sukses akan menaruh perhatian pada semua arah,
atas dan bawah. Jika Anda hanya memperhatikan ke bawah, Anda tidak
dapat membela tim. Sementara, jika Anda ke atas, bawahan Anda akan
beranggapan bahwa Anda tidak peduli mereka. wsj.com/yandi mr- tempo
news room

Sumber: Koran Tempo

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>