December 13, 2009 | Posted in:Motivasi

Suatu ketika, hiduplah seorang petani bersama keluarganya. Mereka
menetap di sebuah kerajaan yang besar, dengan raja yang adil dan
bijaksana. Beruntunglah siapa saja yang tinggal disana. Tanahnya
subur, keadaannyapun aman dan sentosa. Semuanya hidup berdampingan,
tanpa pernah mengenal perang ataupun bencana.

Setiap pagi, sang petani selalu pergi ke sawah. Tak lupa ia membawa
bajak dan kerbau peliharaannya. Walaupun sudah tua, namun bajak dan
kerbau itu selalu setia menemaninya bekerja. Sisi-sisi kayu dan garu
bajak itu tampak mengelupas, begitupun kerbau yang sering tampak
letih jika bekerja terlalu lama. “Inilah hartaku yang paling
berharga”, demikian gumam petani itu dalam hati, sembari melayangkan
pandangannya ke arah bajak dan kerbaunya.

Tak seperti biasa, tiba-tiba ada serombongan pasukan yang datang
menghampiri petani itu. Tampak pemimpin pasukan yang maju, lalu
berkata, “Berikan bajak dan kerbaumu kepada kami. “Ini perintah
Raja!”. Suara itu terdengar begitu keras, mengagetkan petani itu yang
tampak masih kebingungan.

Petani itu lalu menjawab, “Untuk apa, sang Raja menginginkan bajak dan
kerbauku? “Ini adalah hartaku yang paling berharga, bagaimana aku bisa
bekerja tanpa itu semua. Petani itu tampak menghiba, memohon agar
diberikan kesempatan untuk tetap bekerja. “Tolonglah, kasihani anak
dan istriku…berilah kesempatan sampai besok. Aku akan membicarakan
dengan keluargaku…”

Namun, pemimpi pasukan berkata lagi, “Kami hanya menjalankan perintah
dari Baginda. Terserah, apakah kau mau menjalankannya atau tidak.
Namun, ingatlah, kekuasaannya sangat kuat. “Petani semacam kau tak
akan mampu melawan perintahnya.” Akhirnya, pasukan itu berbalik
arah, dan kembali ke arah istana.

Di malam hari, petani pun menceritakan kejadian itu dengan
keluarganya. Mereka tampak bingung dengan keadaan ini. Hati bertanya-
tanya, “Apakah baginda sudah mulai kehilangan kebijaksanaannya?
Kenapa baginda tampak tak melindungi rakyatnya dengan mengambil bajak
dan kerbau kita? Gundah, dan resah melingkupi keluarga itu. Namun,
akhirnya, mereka hanya bisa pasrah dan memilih untuk menyerahkan
kedua benda itu kepada raja.

Keesokan pagi, sang petani tampak pasrah. Bersama dengan bajak dan
kerbaunya, ia melangkah menuju arah istana. Petani itu ingin
memberikan langsung hartanya yang paling berharga itu kepada Raja.
Tibalah ia di halaman Istana, dan langsung di terima Raja. “Baginda,
hamba hanya bisa pasrah. Walaupun hamba merasa sayang dengan harta
itu, namun hamba ingin membaktikan diri kepada Baginda. Duli Paduka,
terimalah pemberian ini….”

Baginda Raja tersenyum. Sambil menepuk kedua tangannya, ia tampak
memanggil pengawal. “Pengawal, buka selubung itu!! Tiba-tiba,
terkuaklah selubung di dekat taman. Ternyata, disana ada sebuah bajak
yang baru dan kerbau yang gemuk. Kayu-kayu bajak itu tampak kokoh,
dengan urat-urat kayu yang mengkilap. Begitupun kerbau, hewan itu
begitu gemuk, dengan kedua kaki yang tegap.

Sang Petani tampak kebingungan. Baginda
mulaiberbicara, “Sesungguhnya, aku telah mengenal dirimu sejak lama.
Dan aku tahu kau adalah petani yang rajin dan baik. Namun, aku ingin
mengujimu dengan hal ini. Ternyata, kau memang benar-benar hamba yang
baik. Engkau rela memberikan hartamu yang paling berharga untukku.
Maka, terimalah hadiah dariku. Engkau layak menerimanya….”

Petani itu pun bersyukur dan ia pun kembali pulang dengan hadiah yang
sangat besar, buah kebaikan dan baktinya pada sang Raja.

***

Teman, bisa jadi, tak banyak orang yang bisa berlaku seperti petani
tadi. Hanya sedikit orang yang mau memberikan harta yang terbaik yang
dimilikinya kepada yang lain. Namun, petani tersebut adalah satu dari
orang-orang yang sedikit itu. Dan ia, memberikan sedikit pelajaran
buat kita.

Sesungguhnya, Tuhan sering meminta kita memberikan terbaik yang kita
punya untuk-Nya. Tuhan, sering memerintahkan kita untuk mau
menyampaikan yang paling berharga, hanya ditujukan pada-Nya. Bukan,
bukan karena Tuhan butuh semua itu, dan juga bukan karena Tuhan
kekurangan. Namun karena sesungguhnya Tuhan Maha Kaya, dan Tuhan
sedang menguji setiap hamba-Nya.

Tuhan sedang menguji, apakah hamba-Nya adalah bagian dari orang-orang
yang beriman dan mau bersyukur. Tuhan sedang menguji, apakah ada dari
hamba-hamba-Nya yang mau menafkahkan harta di jalan-Nya. Dan Tuhan,
pasti akan memberikan balasan atas upaya itu dengan pemberian yang
tak akan kita bayangkan. Imbalan dan pahala yang akan kita terima,
sesungguhya akan mampu membuat kita paham, bahwa Tuhan memang Maha
Pemberi Kemuliaan.

Dan teman, mari kita berikan yang terbaik yang kita punya kepada-Nya.
Marilah kita tujukan waktu, kerja dan usaha kita yang terbaik hanya
kepada-Nya. Karena sesungguhnya memang, kita tak akan pernah menyadari
balasan apa yang akan kita terima atas semua itu.

Tuhan selalu punya banyak cara-cara rahasia untuk memberikan kemuliaan
bagi hamba-Nya. Dan Dia akan selalu memberikan pengganti yang lebih
baik untuk semua yang ikhlas kita berikan pada-Nya

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>