February 22, 2011 | Posted in:Motivasi

“Can I see my baby?” Pleaded a mother who just gave birth to full happiness. When the arms were moved to his hand and he opened the blanket that wrapped the tiny baby boy’s face it, the mother was holding her breath. The doctor who stayed with him soon turned to look at out the window toward the hospital. The baby was born without both his ears! Time proved that the hearing bayiyang has now grown into a child’s working perfectly. Only the appearance that looks strange and ugly. download

One day, the boy rushed home to home and buried her face in her mother’s arms crying. She knew her son’s life filled with disappointment and tragedy. The boy sobbed saying, “A big boy teasing me. He said I was being weird. ”
The boy grew up. He is quite handsome with a disability. He also loved his school friends. He also developed his talent in music and writing. He wanted to be class president. His mother warned, “you will not be hanging out with other teens?” But in the heart of the mother felt sorry for him.

One day the boy’s father met a doctor who could transplant her ear. “I believe I can move a pair of ears for him. But there must be someone willing to donate his ear, “said the doctor. Later, the boy’s parents began looking for anyone who want to sacrifice on their ears and mendonorkannya. Several months had passed. And it’s time to call their son, “Son, someone who did not want to be known has been willing to donate his ears to you. We must immediately send you to the hospital for surgery. However, all this is very confidential, “the father said.

The operation was a success. A new man was born. Great musical talent that turned into a genius. He also received many awards from his school. Some time later he was married and worked as a diplomat. He met his father, “Well, I must know whom have been willing to sacrifice it all to me. He has done something great but I have not replied to his kindness. “Her father replied,” I’m sure you would not be able to repay kindness of people who have given ear. “After a pause for a moment his father continued,” In accordance with the agreement, not yet time for you to knowing all these secrets. “

Years passed. Both parents he was still keeping secrets. Until one day it was a sad moment for the family. On that day the father and the boy stood on the edge of her mother’s coffin had just died. By slowly and gently, touching the hair of his father’s mother’s body was motionless, then menyibaknya so behold … that the mother did not have ears. “She once said that he was pleased sekalibisa lengthen hair,” whispered his father. “And nobody notices that he has lost little beauty is not it?”

True beauty lies not in appearance but in the hearts of the body. The ultimate treasure lies not in what can be seen, but on what can not be seen. True love does not lie in what has been done and known, but in what has been done but not known.

“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayiyang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk. download

Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.”
Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan padanya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorangyang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata sang ayah.

Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapayang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.” Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.” Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah… bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekalibisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>