April 26, 2010 | Posted in:Motivasi

Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian; bersakit-sakit
dahulu, bersenang-senang kemudian. Amsal Melayu itu tepat untuk
melukiskan perjalanan hidup dua pria Amerika ini.

Alkisah, Anthony Faison (36 tahun) dan Charles Shepherd (40),
bernasib malang. Kemalangan yang menimpa kedua pria itu terjadi pada
suatu malam di tahun 1987. Di saat itu seorang sopir taksi terbunuh,
dan kedua pria itu yang dituding membunuhnya.

Ironisnya, keduanya didakwa berdasarkan kesaksian seorang pria yang
mabuk. Tak jelas, apakah cermin centang perenang hukum di negeri yang
berkoar soal hak asasi manusia dan keadilan, polisi menggunakan
kesaksian si pemabuk, dan mengajukan perkara itu ke pengadilan. Sama
dengan polisi, hakim pun ringan tangan memutuskan hukuman seumur
hidup bagi kedua pria tersebut.

Faison dan Shepherd jelas tak menerima perlakuan semena-mena itu.
Dari balik terali, mereka menyuarakan nurani: mengaku tak bersalah
dan menolak hukuman. Tak menyerah dengan keadaan, mereka berusaha
menghubungi pelbagai kalangan: para politisi, pengacara, dan
detektif.

Faison bahkan telah menulis 62 ribu pucuk surat selama 14 tahun
mendekam di kurungan. Jumlah surat itu konon melebih banyaknya resep
masakan yang ditawarkan Kolonel Sanders sebelum menambang sukses
melalui Kentucky Fried Chicken. Juga mencerminkan kegigihan mereka
atas kesalahan penahanan.

Belakangan, seorang bekas detektif tertarik sehingga berupaya
mengungkapkan jika terjadi salah penahanan. Beruntung, setelah 14
tahun, si pemabuk yang menjadi saksi, kembali menemukan kesadarannya
sehingga menarik kesaksiannya 14 tahun silam. Seiring dengan itu,
seorang pria mengaku sebagai pembunuh, dan dijatuhi hukuman seumur
hidup. Faison dan Shepherd pun bebas. ”Suatu perjalanan yang
melelahkan tetapi berakhir sudah,” ujar Shepherd.

Selesai? Keduanya tentu tak menerima jika kebebasannya direnggut
selama 14 tahun. Mereka pun menuntut ganti rugi atas penderitaan
selama di kurungan. Hakim pun mengabulkan tuntutan tersebut dengan
mengganjar uang ganti rugi sebesar 3,3 juta dolar AS. Sengsara
membawa nikmat ‘kan.

Sumber: Republika

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>