October 26, 2009 | Posted in:Motivasi

Seorang wanita yang mengenakan gaun pudar dan
suaminya yang berpakaian sederhana dan terlihat usang, turun dari kereta api
di Boston, dan berjalan dengan malu-malu menuju kantor Pimpinan Harvard
University dan meminta janji temu. Sang sekretaris langsung mendapat kesan bahwa
orang kampung, udik seperti ini tidak ada urusan di Harvard dan bahkan
mungkin tidak pantas berada di Cambridge.

“Kami ingin bertemu Pimpinan Harvard”, kata sang
Pria lembut.

“Beliau hari ini sibuk,” sahut sang Sekretaris
cepat.

“Kami akan menunggu,” jawab sang Wanita.

Selama 4 jam Sekretaris itu mengabaikan mereka,
dengan harapan bahwa pasangan tersebut akhirnya akan patah semangat dan
pergi. Tetapi ternyata tidak, dan sang sekretaris mulai frustrasi dan
akhirnya memutuskan untuk melaporkan kepada sang Pimpinan.

“Mungkin jika Anda menemui mereka selama beberapa
menit, mereka akan pergi,” katanya pada sang Pimpinan Harvard.

Sang pimpinan menghela nafas dengan geram dan
mengangguk. Orang sepenting dia pasti tidak punya waktu untuk mereka, tetapi dia
tidak menyukai ada orang yang mengenakan baju pudar dan pakaian usang
diluar kantornya. Sang Pemimpin Harvard, dengan wajah galak menuju pasangan
tersebut.

Sang wanita berkata padanya, “Kami memiliki seorang
putra yang kuliah tahun pertama di Harvard. Dia sangat menyukai Harvard dan
bahagia di sini. Tetapi setahun yang lalu, dia meninggal karena kecelakaan.
Kami ingin mendirikan peringatan untuknya, di suatu tempat di kampus ini.”

Sang Pemimpin Harvard tidak tersentuh… dia bahkan
terkejut. “Nyonya,” katanya dengan kasar, “Kita tidak bisa mendirikan
tugu untuk setiap orang yang masuk Harvard dan meninggal. Kalau kita lakukan
itu, tempat ini akan seperti kuburan.”

“Oh, bukan,” Sang wanita menjelaskan dengan cepat,
“Kami tidak ingin mendirikan tugu peringatan. Kami ingin memberikan
sebuah gedung untuk Harvard.”

Sang Pemimpin Harvard memutar matanya. Dia menatap
sekilas pada baju pudar dan pakaian usang yang mereka kenakan dan berteriak,
“Sebuah gedung! Apakah kalian tahu berapa harga sebuah gedung?! Kami
memiliki lebih dari 7,5 juta
dolar hanya untuk bangunan fisik Harvard.”

Untuk beberapa saat sang wanita terdiam. Sang
Pemimpin Harvard senang.
Mungkin dia bisa terbebas dari mereka sekarang. Sang
wanita menoleh pada suaminya dan berkata pelan, “Kalau hanya sebesar itu
biaya untuk memulai sebuah universitas, mengapa tidak kita buat sendiri
saja?” Suaminya mengangguk. Wajah sang Pemimpin Harvard menampakkan
kebingungan.

Mr. dan Mrs. Leland Stanford bangkit dan berjalan
pergi, melakukan perjalanan ke Palo Alto, California, dimana mereka
mendirikan sebuah Universitas yang menyandang nama mereka, sebuah
peringatan untuk seorang anak yang tidak lagi diperdulikan oleh Harvard.

Anda bisa dengan gampang menilai karakter orang lain
dengan melihat bagaimana mereka memperlakukan orang-orang yang
mereka pikir tidak dapat berbuat apa-apa untuk mereka. -
-by Malcolm Forbes

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>