May 21, 2010 | Posted in:Motivasi

Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja
menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah
Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan
setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama
“Tersenyum”. Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar dan tersenyum
kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka.

Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap
orang dan mengatakan “hello”, jadi, saya pikir, tugas ini sangatlah mudah.

Segera setelah kami menerima tugas tsb., suami saya, anak bungsu saya, dan
saya pergi ke restoran McDonald’s pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat
dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami membagi waktu bermain
yang khusus dengan anak kami.

Kami berdiri dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap
orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut
menyingkir. Saya tidak bergerak sama sekali …. suatu perasaan panik
menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua
menyingkir. Ketika saya berbalik itulah saya membaui suatu “bau
badan kotor” yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang
lelaki tunawisma. Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek,
yang dekat dengan saya, ia sedang “tersenyum”. Matanya yang biru langit
indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia
berkata “Good day” sambil menghitung beberapa koin yang telah ia
kumpulkan.

Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di
belakang temannya. Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita
defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya.

Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka. Wanita muda di
counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, “Kopi
saja, Nona” karena hanya itulah yang mampu mereka beli. (jika mereka ingin
duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli
sesuatu. Ia hanya ingin menghangatkan badan).

Kemudian saya benar-benar merasakannya – desakan itu sedemikian kuat
sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru
itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata
di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya. saya tersenyum dan
berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan
pada saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah.

Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih
kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke
atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata
biru itu. Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata
“Terima kasih.”

Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, “Saya tidak
melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk
memberimu harapan.” Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya
dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya
tersenyum kepada saya dan berkata, “Itulah sebabnya
mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan.”
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu
bahwa hanya karena Rahmat Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan
untuk orang lain. Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang
murni dan indah.

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini di
tangan saya. Saya menyerahkan “proyek” saya dan dosen saya membacanya.
Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, “Bolehkan saya membagikan
ceritamu kepada yang lain?” Saya mengangguk perlahan dan ia kemudian meminta
perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami,
sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk
menyembuhkan dan untuk disembuhkan.

Dengan caraku sendiri saya telah menyentuh orang-orang yang ada di
McDonald’s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang
kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan satu
pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari :

PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT. Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan
kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari
bagaimana untuk MENCINTAI SESAMA DAN MEMANFAATKAN
BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA.

Seorang filsuf menulis
Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat2
sejati yang akan meninggalkan jejak di dalam hatimu.
Untuk menangani dirimu, gunakan kepalamu, Tetapi untuk menangani orang lain,
gunakan hatimu.

Kemarahan hanyalah satu kata yang dekat dengan bahaya.
Pikiran yang besar membicarakan ide-ide;
Pikiran yang rata-rata membicarakan kejadian-kejadian;
Dan pikiran yang kerdil membicarakan orang-orang.
Tuhan memberikan kepada setiap burung makanan mereka, tetapi Ia tidak
melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka.
Ia yang kehilangan uang, kehilangan banyak;
Ia yang kehilangan seorang teman, kehilangan lebih banyak;Tetapi ia yang
kehilangan keyakinan, kehilangan semuanya.
Orang-orang muda yang cantik adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua
yang cantik adalah hasil karya seni. Belajarlah dari kesalahan orang lain.

Engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk mendapatkan semua itu
dari dirimu sendiri.

Lidah praktis tidak berat sama sekali, tetapi ….
hanya sedikit orang yang dapat memegangnya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>