April 20, 2010 | Posted in:Motivasi

Saat jenazah Ibu Suri Yuliana,ibunda Ratu Beatrix dari Negeri Belanda, diantar oleh ribuan orang ke tempat pemakamannya, tetapi yg diantar sebenarnya hanya tubuhnya saja yg sudah mebujur kaku, sedangkan jiwanya harus pulang sendirian. Kita dtg kedunia ini sendirian, begitu juga pulangnya harus sendirian pula.

Pada saat konglomerat William Randolph Hearst raja koran di USA masih hidup,orang2 disekitarnya dilarang membicarkan hal2 yg berkaitan dgn kematian walaupun pada saat itu usianya telah mencapai 75 th, karena ia tidak mau diingatkan, bahwa tidak lama lagi kematian akan dtg menjemput dia.

Apakah Anda tahu bahwa perkataan “mati” – “death” bagi banyak orang merupakan satu perkataan yg tabu atau sebaiknya tidak usah diucapkan. Oleh sebab itulah para salesman asuransi jiwa di USA maupun di Eropa, dilarang menggunakan perkataan “death”, sebagai gantinya mereka menggunakan umpamanya perkataan expired, departed, gone his eternal rest.

Kebalikannya dari Raja Philip dari Macedonia yg telah mampu menguasai seluruh negara Yunani dan juga ayah dari Alexander Agung. Ia mempunyai kebiasaan yg aneh dan muram, dimana ia memerintahkan budaknya tiap hari,untuk membangunkan dia dari tidurnya dgn perkataan: “Ingat Philip bahwa engkau harus mati!”, mungkin bagi kita kelihatan-nya janggal dan aneh,tetapi menurut pendapat saya ini adalah satu cara yg baik untuk mengingatkan kita bahwa hidup di dunia ini hanya sekedar numpang lewat azah.

Dan lucunya, kita mengeluh tiap hari betapa susahnya penderitaan hidup kita ini, tetapi dilain pihak kalho disuru balik lebih cepat pulang kampuang baca Sorga – kita nolak, se-akan2 kita lebih senang tetap hidup menderita di dunia ini daripada disuru mati dan senang di surga. Oleh sebab itulah manusia berusia terus untuk memperpanjang masa hidupnya dgn berbagai macam cara, walaupun sebenarnya mereka sadar bahwa usaha mereka itu hanya usaha yg sia2 saja, sebab apabila waktunya sdh tiba, boro2 satu hari, satu detik pun sudah tidak bisa ditawar ato diperpanjang lagi.

Agar dangangannya laris, maka agen asuransi jiwa harus mampu meyakinkan clientnya, bahwa setiap manusia itu pasti mati, kebalikannya dengan para ahli agama, mereka harus mampu meyakinkan setiap orang bahwa hidup manusia itu kekal adanya.

Disamping itu buat apa mikirin tentang kematian, sebab ini hanya nambah beban otak azah, mikirin hidup sehari-hari azah udah berat dan susah. Dan anehnya, banyak informasi kematian yang diterima baik melalui TV, majalah,maupun koran, sering tidak menggetarkan hati. Bahkan bernilai seperti hiburan? Berita perihal kematian “yang mengerikan sekalipun” tidak ubahnya dengan berita-berita yang lain seputar kasus politik dan kriminalitas.

Tetapi dunia baru mulai kaget dan heran apabila ada orang yg tak diduga bisa mati, seperti halnya Lady Diana. Se-akan2 kita tidak percaya dan tidak bisa menerima bahwa maut bisa juga menjamah manusia yg begitu hebat dan cantiknya. Kita meratap dan berpikir, kenapa orang yg begitu muda dan beken kok bisa mati? Ketika peristiwa itu baru terjadi hampir seluruh masyarakat dunia turut terbelalak, menangis, histeris. Seolah tidak yakin kalau hukum kepastian ini juga berlaku untuk seorang manusia bernama Diana.

Dan kalau direnungkan lolongan itu justru aneh, karena Anda lupa bahwa di balik itu masih ada jadwal panggilan untuk Anda juga, kloter giliran Anda sudah ada di depan mata, giliran dan antrean untuk maju kedepan semakin hari semakin dekat. Tinggal nunggu waktunya azah untuk dipanggil boarding naik ke pesawat return to heaven or to hell!

Ketika kami membangun rumah, arsitek saya disini menjelaskan bahwa salah satu peraturan dari arsitek disini bahwa setiap pintu tempat tidur harus cukup besar untuk bisa dimasuki peti jenasah.

INGAT! akan tiba saatnya dimana Anda dan saya juga harus mati – mungkin beberapa hari, minggu,atau tahun lagi, entah kapan! Tetapi anehnya walaupun kita tahu, bahwa kita harus mati, kita merasa tidak senang untuk membicarakan maupun mendiskusikan soal kematian, apalagi merencanakannya, se-akan2 perkataan mati itu tidak ada di dlm kamus hidup ini.

Kita baru merenungkan tentang kematian apabila kita melayat orang mati,kita melihat mayat yg terbaring, disitulah baru kita sadar pada suatu saat kita juga akan berada di posisi yg sama. Oleh sebab itulah kita sering menangis apabila melihat orang mati, bukannya menangisi bagi yg sudah wafat, karena ia kagak bakalan bisa melihat atapun mendengar lagi, melainkan menangisi diri sendiri karena sedih ditinggal seorang diri dan juga sedih, karena sadar bahwa tidak lama lagi kita akan mengalami nasib dan hal yg sama ialah maut akan menjemput you, me and all of us!

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Be the first to comment.

Leave a Reply

*


ERROR: si-captcha.php plugin says GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why GD image support is not enabled for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin says imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them why imagepng function is not enabled for PHP.


You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>