Warung Beta

Hafiiz Yusuf

Citarasa Manado di Banjarmasin

Manado, ibukota Provinsi Sulawesi Utara, sudah lama dikenal sebagai gudangnya pemuda pemudi berwajah rupawan. Tapi kali ini saya tak akan membahas paras gadis Manado, yang dibahas kali ini adalah Warung Beta.
ya Warung Beta di Jl. Pulau Laut Banjarmasin ini menyajikan hidangan khas Manado. Yang paling terkenal tentu saja Bubur Manado, siapa yang tak tahu sajian ini.

ada indoor ada outdoor

Mungkin banyak orang sudah pernah dengar nama Bubur Manado, sayapun demikian. Tapi terus terang belum pernah mencobanya. Kali ini saya berkesempatan mencicipi sajian ini sebagai hidangan buka puasa.
Sempat berpikir, ” wah buka puasa kok makan bubur.. apa ya kenyang?”
Tapi keraguan itu terjawab ketika hidangan datang. Tampak semangkuk penuh bubur berwarna kekuningan dengan semburat hijau. Dalam porsi yang lumayan banyak. Disajikan pula mangkuk kecil berisi tahu goreng, separuh telur rebus, potongan ikan cakalang, dan ikan asin.

Saya agak heran dengan penampilan visual bubur ini. Terbiasa menyantap bubur ayam, dengan tambahan krupuk dan ayam. Berbeda sekali dengan apa yang di depan mata ini.
Baik kita mulai saja. Mangkuk kecil saya tumpahkan ke atas bubur. Sebagai topping. Tidak, saya tidak mengaduknya. Saya termasuk golongan bubur tidak diaduk. campuran potongan daging cakalang dan ikan asin cukup saya ratakan di permukaan bubur. Oke suapan pertama masuk mulut.

Hmm.. tekstur bubur Manado ini sedikit berbeda. Lembut (iyalah, namanya aja bubur), namun tidak sehalus bubur ayam. Beberapa partikel kecil perlu dikunyah sebentar. Oh, ini, ada butiran jagung rebus di dalamnya. Setelah beberapa kali suap, menemui potongan yang lebih besar. Rupanya potongan labu kuning (waluh). Kiranya dari sinilah warna kuning bubur berasal. Semburat hijau yang tadi saya sebutkan adalah potongan daun kemangi dan daun bawang. Daun kemangi yang segar terasa dalam rongga mulut.
Potongan daging cakalang yang tergigit disela-sela kunyahan memberi rasa gurih, dan sedikit manis. Adapun rasa asin dari ikan sapat asin tidak terlalu kentara. samar-samar saja.

Suasana di warung ini juga sedikit berbeda, beberapa pengunjung terdengar menggunakan logat Indonesia Timur. kata “Beta, Oma, Opa”, terdengar berseliweran. Saya dilayani pelayan berambut pirang yang senyumnya selalu mengembang saat menyajikan hidangan. Sempat lirik daftar menu. Ada papeda, ada berbagai mie goreng dan nasi goreng.

Dengan porsi yang lumayan, bubur ini cukup memuaskan lambung orang puasa. Dari segi rasa juga enak. Taste-nya gurih manis. Mungkin terasa sedikit eneg karena penggunaan waluh dan jagung rebus yang turut menyumbang rasa manis. Sebagai alternatif bagi yang bosan bubur ayam, Bubur Manado bisa jadi alternatif pilihan makanan sehat, enak, dan mengenyangkan.

Lokasi : Jl. Pulau Laut No.74, Antasan Besar, Kec. Banjarmasin Tengah, Kota Banjarmasin
Terletak di perempatan Jl. Pulau Laut dan Jl. Tarakan.

https://goo.gl/maps/TdYe8gxVPk4aVHDH6



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ERROR: si-captcha.php plugin: GD image support not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable GD image support for PHP.

ERROR: si-captcha.php plugin: imagepng function not detected in PHP!

Contact your web host and ask them to enable imagepng for PHP.

Archives
Categories