Reddoorz (1)

Mengenal startup bisnis penginapan

Siapa RedDoorz ?
Artikel brikut dikutip langsung dari
https://www.reddoorz.com/id-id/about-reddoorz
RedDoorz merupakan jaringan hotel dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Dengan lebih dari 500 properti yang tersebar di Indonesia, Filipina, Vietnam dan Singapura, kami berkomitmen untuk memberikan pengalaman menginap yang berkualitas kepada seluruh pelanggan kami.

Apa yang RedDoorz lakukan ?
RedDoorz menghubungkan pemilik properti dengan traveler. Sebagai bagian dari RedDoorz , pemilik properti dapat meningkatkan bisnis mereka dan kami akan membantu menangani distribusi, harga, penjualan, pemasaran, customer service, dan teknologi. Selain konsep bisnis yang sederhana, kami juga menjanjikan kualitas menginap terbaik di setiap properti RedDoorz, karena itu para pelanggan menyukai produk kami

Sebagai bagian dari jaringan merek RedDoorz, pemilik hotel bisa mengembangkan bisnis mereka dengan meningkatkan pendapatan saat memperbaiki sistem operasinya. RedDoorz menolong partner untuk mendistribusikan, harga, pemasaran, dengan solusi teknologi – wadah yang diperkuat dengan teknologi dan infrastruktur yang canggih. 


Para Eksekutif
Amit Saberwal Founder and CEO (Chief Executive Officer)
Kunwar Asheesh Saxena Co-Founder and CTO (Chief Technical Officer)
Rishabh Singhi COO (Chief Operations Officer)
Marshall Silver CCO (Chief Commercial Officer)

Ditawar atau dibayar? kamu harus tahu ini

“Kang, mau nanya” Saya mengawali pembicaraan.
“Saya beli kopi di warung. Niat saya tentu membeli dagangan kopinya. Tapi misalnya saya tambahin niat gini :selain membeli, saya juga berniat memberi sebagian rejeki yg saya dapat kepada dia dengan jalan membeli kopi dagangannya.”
“Itu kira2 gimana? Apakah dapat pahala sedekah? karena toh yg dibayar ya seharga kopinya Rp.2.500. Tidak dilebihkan”

Kang Jepi diem sebentar, nyeruput kopi. Sepertinya sedang menyusun kata-kata.
“Konsep sederhana sedekah dalam jual beli. Ketika Saudara membeli barang dari seorang penjual, Saudara tidak melakukan penawaran sama sekali, maka itulah shadaqahnya. Tetapi ketika Saudara melakukan penawaran dan terjadilah kesepakatan harga sesuai penawaran Saudara, maka sebenarnya kita sedang menerima shadaqah dari penjual tersebut. Konsep ini menyenangkan, karena sejatinya dalam muamalah tidak boleh ada unsur paksaan.” Kang Jepi mulai menjawab.

Kanjeng Rasulullah bersabda:
“Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah.”
[HR. Tirmidzi no. 1208, ia berkata: “Hasan shahih”

Dari konsep diatas bisa dikatakan bahwa dlm akad jual beli/mualamah ada tawar menawar jadi saat Saudara beli sesuatu dan tidak menawar harga dagangannya sehingga anda dianggap sedekah ke penjual. Jadi pahalanya menjadi milik si pembeli” Kang Jepi mengakhiri jawabannya.

“Alhamdulillah.. terimakasih Kang Jep.”

Dhoho 461, terima kasih sudah setia melayani kami….

Stay back stay relax..
The train start his engine

Setelah sekian lama, akhirnya saya berkesempatan lagi naik kereta Dhoho nomor kereta 461. Sebelumnya pernah sih, sudah lama sekali, mungkin 6 bulan yg lalu, atau lebih. Dan sabtu sore ini saya naik kereta spesial itu lagi. Kenapa spesial? Iya ini kereta spesial, karena dari 4 kali perjalanan kereta Dhoho dalam sehari, cuman kereta 461 yang ada gerbong restorasinya. 3 kereta lain tidak ada. Yang paling saya sukai tentunya duduk di gerbong restorasi, memesan makanan, dan mulai menulis catatan.
Kereta Dhoho adalah kereta yang melayani perjalanan Blitar menuju Surabaya melewati Kertosono.

Saya masih ingat, ketika 6 bulan yg lalu pada kereta yang sama, saya duduk di gerbong restorasi, kereta berhenti di stasiun Jombang. Tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Udara yang sudah dingin karena AC bertambah dingin. Kaca jendela berembun, tapi masih cukup jelas untuk melihat keadaan di luar.
Saya memandangi hiruk pikuk sibuk peron stasiun. Orang-orang di sekitar stasiun bergegas mencari tempat berteduh. Penumpang yg turun di stasiun Jombang berjalan pelan, tampak lelah, tapi dengan senyum tersungging di wajah. Wujud syukur telah tiba dengan selamat.
Lain halnya dengan penumpang yang akan naik. Langkahnya cepat. Tampak seorang ibu menggendong anaknya, lalu ada serombongan anak muda, mungkin pelajar. Ada lagi pria muda yg menggandeng tangan wanita. Semuanya bergegas menuju pintu kereta. Ingin segera masuk. Hujan masih deras, udara masih dingin, dan kereta masih belum berjalan. Satu tegukan coklat panas menghangatkan badan.
Saya masih tertegun menyaksikan keriuhan stasiun ketika peluit panjang berbunyi, tanda kereta siap berangkat. Hujan, coklat panas, tempat duduk empuk. Benar-benar kombinasi pas buat menikmati waktu di kereta.

Kali ini saya berada di gerbong restorasi juga. Namun, perjalanan sore ini tanpa hujan. Hanya ada saya, stasiun Mojokerto dan Popmie diantara kita berdua. Dhoho 461, terima kasih sudah setia melayani kami….
Mei, 2016

RM Ayam dan Itik Panggang MA HAJI, ati ati ketagihan…

Masterpiece

Rumah makan Ma Haji ini sudah berdiri sejak tahun 80an. Terus bertahan hingga sekarang. Bisa dikatakan ini adalah masakan tradisional warisan leluhur yang patut dipertahankan dan terus diapresiasi.

Awalnya saya belum tahu mengenai rumah makan ini, lalu kemaren ketika melewati Pertigaan A. Yani menuju jalan Antasari, saya melewati lokasi ini. Kawan saya spontan nyeletuk, “Mas coba disitu deh. Kayaknya rame”.
memang saat itu jam makan malam, RM Ma Haji ramai pengunjung.

Dan jadilah kita berdua masuk. Di bagian depan digunakan untuk memanggang daging ayam dan itik. Asap dan aromanya menyebar ke ruangan, menambah rasa lapar. Kami duduk dan memesan menu itik panggang beserta minum es teh. Setelah menunggu beberapa saat datanglah pesanan kami.

Nah ini dia. Semangkuk nasi putih hangat, seporsi daging itik panggang, dengan saus kecoklatan dan semangkuk kecil acar. Nasinya biasa saja, nasi putih dari beras Gambut Banjar, pera, bulir beras kecil panjang. Acarnya segar asam. Potongan mentimun, kol, dan wortel.
Kita lihat hidangan utama. Sebuah makanan pertama dinikmati melalui visualnya. Dengan indra mata. Yang terlihat adalah potongan daging itik, berwarna coklat gelap. Dengan beberapa sisi menghitam terkena jilatan api. Di bagian atas sekiilas tampak saus kemerahan. Saus tomat tampaknya. Sedangkan di sekelilingnya basah oleh saus hitam. Kecap ini jelasnya

Selanjutnya, setelah visual, makanan dinikmati melalui aroma. Dengan indra penciuman lewat hidung. Aroma khas panggangan. Smokey, harum. Ini menambah nafsu makan.

Nah terakhir tentu saja, kita cicipi dengan indera perasa lidah. Saya ambil sepotong. Hmm.. teksturnya agak kenyal, juicy. Berair dan berminyak. Sekilas rasanya mirip sate ayam Madura. Tapi ini lebih juicy. Air daging dan lemak meleleh keluar. Menetes di tepi potongan daging. Lemak yg mencair keluar membuat daging tampak berkilauan. Glowing. Rasanya juga berbeda, daging itik terasa sedikit lebih gurih daripada ayam.
Saus dan bumbunya kuat. Rasa manis dominan. Lebih dominan dari gurihnya. Bumbunya terasa ada saus tomat dan kecap. Mungkin ini memang resep turun temurun Ma Haji, namun menurut lidah saya, ini terlalu manis. Tapi tetap nikmat.

Lemak mencair keluar, membasahi daging. Membuatnya tampak berkilauan. Glowing.

Lokasi : Jl. Pangeran Antasari No.93, Sungai Baru, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70234
Cari saja McDonalds Banjarmasin, Ma Haji terletak di seberangnya
Harga : 20-40 ribuan

LCD Tablet Writing, cocok buat kamu yang suka ngelukis

Review Produk

LCD Drawing Writing Tablet
Mirip papan tulis. Coret – coret, hapus. eh lebih mirip papan magnetik.
Dari ukuran fisiknya tipis dan ringan. Tebal kurang dari satu cm. Ukuran 14,5 cm x 22,5 cm. Material produk dari plastik.
Cara penggunaan cukup mudah. Tinggal dicoret pakai pena yg tersedia. Dan tidak bisa di save. Dengan menekan tombol di tepi itu gambar yg dibuat langsung hilang. Batere menggunakan baterai pipih. Tidak ada tombol on off. Satu-satunya tombol berfungsi untuk menghapus gambar. Harga 45-50 ribuan di Tokopedia. Ketebalan garis yg dibuat cukup tipis. Sehingga gambar bisa detail.

Sumber Tokopedia

Spesifikasi:
– 8.5″ LCD Drawing Writing Tablet.
– Bahan : ABS.
– Ukuran : 22.6 x 14.5 x 0.3cm
– Power Supply : Baterai Kancing

Isi Kemasan:
– 1 x 8.5″ LCD Writing Tablet
– 1 x Writing Pen